BACASAJA.ID- Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung menambah ruas jalan yang dimatikan lampu penerangan jalannya.
Pasalnya dari evaluasi yang dilakukan akhir Juli lalu, penggelapan terhadap beberapa ruas jalan tak mencapai target penurunan mobilitas warga.
Adapun ruas jalan yang bakal dimatikan penerangannya, berada di wilayah Kecamatan Kauman dan Kecamatan Ngunut.
Kepala Dinas perhubungan kabupaten Tulungagung, Galih Nusantara menuturkan, sejak penggelapan yang dilakukan, mobilitas warga di wilayah perkotaan berkurang namun di wilayah pinggiran malah sebaliknya.
“Target penurunan sekitar 30% namun tercapai stagnan (tetap) sekitar 20%,” ujar Galih kepada awak media.
Penggelapan jalan yang dilakukan ditujukan untuk mengurangi mobilitas warga pada malam hari.
Pengurangan mobilitas ini berbanding lurus dengan angka penularan di Kabupaten Tulungagung.
Mobilitas warga yang berkurang di malam hari juga mengakibatkan penurunan angka penularan.
“Kita evaluasi, mobilitas turun angka penularan juga turun,” terangnya.
Lantaran masih belum mencapai target, maka pihaknya akan menambah wilayah yang akan di padamkan lampu penerangan jalan nya.
Wilayah yang dipadamkan adalah wilayah yang masih banyak ditemukan warganya yang beraktivitas pada malam hari.
“Pabrik Gula Mojopanggung ke barat sampai perempatan Cuiri, lalu perempatan Cuiri ke barat dan ke selatan,” katanya.
Lalu wilayah di sekitar pasar Ngunut juga dipadamkan penerangan jalanya.
Sebelumnya pemadaman juga telah dilakukan di Jalan Ahmad Yani barat, Ahmad Yani Timur, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Antasari, Jalan Wage Rudolf Supratman, dan Jalan Kapten Kasihin.
Jika mobilitas warga masih tinggi, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah lagi ruas jalan yang digelapkan. Seperti Jalan Sultan Agung yang berada di desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru.
“Kalau tidak mencapai 25% (penurunan mobilitas) maka Jalan Sultan Agung akan kita matikan (peneranganya),” tegasnya.
Selain mematikan penerangan jalan, untuk mengurangi mobilitas warga juga dilakukan rekayasa lalulintas.
Seperti di Jalan Ahmad Yani dan Pangeran Diponegoro yang dibuat 1 arah, dari sebelumnya 2 arah (t.ag/JP/rg4/)
Editor : Redaksi