Anggota Dewan Nekat Wayangan saat PPKM, Satgas Gerebek dan Angkut Gamelan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung angkut Gamelan di rumah Bastoni, anggota Dewan dari Partai Gerindra.
Anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung angkut Gamelan di rumah Bastoni, anggota Dewan dari Partai Gerindra.

i

 BACASAJA.ID - Seorang anggota DPRD Tulungagung dari Partai Gerindra, Basroni nekat menggelar Wayangan saat pemberlakuan PPKM level 4, Sabtu (21/8/21) malam.

Gelaran itu dilakukan di rumah Basroni, di Desa Kedung Cangkring Kecamatan Pagerwojo. Sontak aksi nekatnya itu dibubarkan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung.

Dalam video yang beredar, Wayangan itu sudah dimulai. Saat alunan gamelan mulai ditabuh, mobil patroli satgas mendatangi gelaran Wayangan itu.

Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP yang datang langsung menghentikan gelaran itu. Pihak tuan rumah tak bisa berbuat banyak selain mengikuti keinginan satgas.

Anggota Penegakan Hukum Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Artista Nindya Putra saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Menurut pria yang akrab disapa Genot itu, pembubaran diawali dari laporan warga. Mendapati laporan itu, pihaknya langsung meneruskan ke Satgas di tingkat kecamatan.

“Dari Satgas Kecamatan, Tiga Pilar sudah ditindak lanjuti dan tuan rumah juga kooperatif,” jelas Genot, Minggu (22/8/21).

Menurut Genot, Wayangan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Bastoni untuk memperingati bulan suro.

Dari laporan yang diterimanya, Satgas Kecamatan langsung mengangkut gamelan Wayangan itu.

“Akhirnya satgas Kecamatan mengangkut gamelan dan alat-alat musik Wayangan,” katanya.

Saat disinggung ijin kegiatan itu, Genot pastikan tak berijin. Pemilik rumah sempat mengurus ijin keramaian di Kecamatan, namun oleh pihak kecamatan tak mengeluarkan ijin.

Menurut Genot, Bastoni sebenarnya tahu jika kegiatan Wayangan ini dilarang saat PPKM level 4. Untuk sanksi diserahkan ke Satgas Kecamatan dan DPRD.

“Menurut saya tuan rumah nekat,” katanya singkat.

Senada Kepala Desa Kedung Cangkring, Suyadi jelaskan jika kegiatan itu tak mengantongi ijin. Pembubaran itu dilakukan sekitar pukul 21.30, sesaat setelah penyerahan gunungan.

“Dalang baru menerima gunungan, terus mulai pertunjukan langsung Satgas datang,” terangnya.

Dirinya juga mengakui jika penyelenggara wayang kulit itu adalah anggota DPRD Tulungagung, Basroni.

Sedang dalangnya adalah Eko Prisdianto, mantan Kepala Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu. Lantaran tak mengantongi ijin, pertunjukan itupun akhirnya dilaporkan oleh warga.

“Saya juga enggak tahu siapa yang melaporkan, yang pasti tak mengantongi ijin,” pungkasnya.

Sayangnya hingga berita ini ditulis, Basroni belum bisa dikonfirmasi (t.ag/JP)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…