Sebelum PTM Dimulai, Legislator Gerindra Minta Pemkot Surabaya segera Cari Alternatif Lokasi Rumah Sehat

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati.

i

BACASAJA.ID - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mencari alternatif lokasi Rumah Sehat.

Sebelumnya, Rumah Sehat yang di pakai oleh Pemkot Surabaya sebagai tempat isolasi pasien Covid-19, merupakan gedung bangunan sekolah, dengan menggunakan beberapa ruang kelas.

Sementara itu, Kota Surabaya saat ini juga telah memasuki kategori PPKM Level 3 yang memiliki kelonggaran, salah satunya untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 50 persen.

"Berdasarkan inmendagri nomer 35 yang menyatakan Surabaya level 3 maka boleh dilakukan PTM sesuai SKB 4 Menteri yakni 50 persen untuk jenjang SD dan SMP dan maksimal 5 siswa perkelas untuk PAUD," terang Ajeng Wira Wati, Sabtu (28/8/2021).

Selain itu, Ajeng menjelaskan, bahwa tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Surabaya telah menurun. Sehingga urgensi Rumah Sehat sebagai teman isolasi pasien Covid-19 bisa dialokasikan ke tempat lain.

"Tingkat BOR dan pasien aktif telah menurun, sehingga urgensi rumah sehat untuk isoman di masing-masing sekolah dan kelurahan harus segera dicarikan tempat alternatif lainnya," jelasnya.

"Hal ini sudah pernah saya sarankan bahwa janganlah jadikan Sekolah sebagai prioritas untuk tempat isolasi, bisa memanfaatkan aset pemerintah lainnya," tegasnya.

Seperti yang diketahui, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, pada tahun 2020 kemarin, telah melakukan simulasi Sekolah tatap muka.

Bahkan, pada Juli 2021 kemarin Kota Surabaya juga telah siap untuk melakukan PTM terbatas. Hanya saja terjadi lonjakan Covid-19, yang mengakibatkan penundaan PTM.

"Ini menunjukkan sarana dan prasarana bahkan asesmen hasilnya sekolah sudah siap melakukan PTM terbatas. Bagi Sekolah yang belum siap, Pemkot harus segera memfasilitasi agar sekolah tersebut dapat menjalankan tatap muka terbatas," tegasnya.

Legislator Gerindra ini mendorong juga Pemkot Surabaya agar segera melakukan pertemuan dengan pakar epidemiologi untuk membahas skema PTM.

Sebab, apabila akan dilakukan PTM terbatas, Ajeng mengingatakan, bahwa protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas utama.

Meskipun, guru, tenaga pengajar, dan semua perangak sekolah sudah melakukan vaksinasi, tapi Ajeng juga meminta, harus ada persetujuan orang tua atau wali murid

"Paling utama adalah perlunya persetujuan dari orang tua siswa untuk mengikuti sekolah tatap muka. Saya harap segera ada keputusan baik dari Pemkot, untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita dari dampak pandemi Covid-19," pungkasnya. (byta/rg4)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…