Tangkap Macan, Warga Tulungagung Serahkan Ke BKSDA

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kucing hutan atau macan Rembah tangkapan warga yang diserahkan ke BKSDA.
Kucing hutan atau macan Rembah tangkapan warga yang diserahkan ke BKSDA.

i

BACASAJA.ID - Seorang warga Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban, Evana Nisaul Ammar, menyerahkan seekor kucing hutan Jawa ke Badan Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Kediri.

Kucing hutan Jawa atau masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan sebutan Macan Rembah ini sebelumnya memakan ternak milik warga sekitar.

Untuk mengevakuasi kucing ini, BKSDA meminta bantuan ke Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi (CAKRA), untuk dilepasliarkan.

Menurut gadis kelahiran 1995 ini, kucing ini sudah terdeteksi sejak 3 bulan lalu.

Saat itu banyak ternak kelinci milik warga ditemukan mati, bekas digigit hewan buas.

"Awalnya enggak tahu kalau itu kucing, mikirnya ular, tikus atau garangan," ujarnya.

Namun beberapa hari terakhir, warga melihat kucing ini tengah memangsa ayam milik warga.

Orang tua Evana juga memergoki kucing ini tengah memakan ayam miliknya pada Jum’at (27/8/21) lalu.

Lalu warga berinisiatif menangkap kucing ini. Kucing ini dijebak menggunakan anak ayam yang ditaruh dalam kandang bambu pada Minggu (29/8/21) pagi, dan baru pada malamnya tertangkap.

Karena tahu kucing ini dilindungi dan mulai terancam punah, Evana selanjutnya menghubungi BKSDA untuk menyerahkan kucing ini. Lalu BKSDA menghubungi CAKRA.

Ketua CAKRA, Yuga Hermawan mengaku dihubungi BKSDA untuk mengevakuasi kucing ini.

Rencananya kucing berusia sekitar 4-6 bulan ini akan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan.

Menurut Yuga, meski sekilas nampak sama dengan kucing biasa, kucing hutan ini memiliki perbedaan pada bulunya.

"Motif totolnya solid, sementara kucing bengal totolnya ada lubang di tengah," terang Yuga.

Setelah diamankan, kucing ini masih menunjukan sifat alaminya. Saat didekati orang, kucing ini akan bersikap agresif dan mengintimidasi.

Bahkan saat diberikan maka pun, tangan pemberi makan tak luput dari serangannya.

Untuk menghindari luka, saat memberi pakan harus menggunakan sarung tangan khusus.

"Usianya sekitar 4-6 bulan. Jadi masih sangat muda dan mungkin masih belajar berburu," sambung Yuga.

Yuga melanjutkan, habitat kucing ini mulai dari wilayah perkebunan hingga hutan di pegunungan.

Sebelum ditangkap, banyak ditemukan kelinci dan ayam mati. Dengan banyaknya ternak mati ini, kuat dugaan kucing ini tak hanya 1, tapi sekeluarga.

Induknya tengah mengajari anak-anaknya untuk belajar berburu bersama.

"Kadang mereka hanya menangkap buruan, kemudian dibunuh lalu ditinggalkan. Karena mereka hanya belajar berburu," ungkapnya.

Seringkali kucing ini hanya memakan bagian jeroan binatang buruannya. Kucing ini efektif mengendalikan hama tikus di alam.

Penyerahan kucing ini bukan yang pertama. Sebelumnya pihaknya juga pernah menerima kucing hutan dari warga.

Awalnya kucing itu hendak dijual di situs jual beli online oleh warga. Namun dengan pendekatan dan penjelasan, akhirnya kucing itu diserahkan untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan.

"Penjualnya kami dekati dan kami edukasi, sehingga mau menyerahkan kucingnya. Jadi sudah ada dua warga Tulungagung yang dengan kesadaran menyerahkan kucing jenis ini ke BKSDA," pungkas Yuga. (t.ag/JP/rg4)

Tag :

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…