KY dan MA bakal Sikat Hakim Hitam

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata.
Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata.

i

BACASAJA.ID - Komisi Yudisial (KY) RI bakal menyikat hakim hitam. Ketua KY, Mukti Fajar Nur Dewata ungkapkan hal itu saat giat Edukasi Publik Tugas dan Fungsi Komisi Yudisial di Tulungagung, Minggu (26/9/21).

Mukti jelaskan ada 3 jenis hakim yang dikategorikan oleh MA (Mahkamah Agung) RI. Yang pertama adalah hakim putih, hakim abu-abu dan hakim hitam.

"Nah yang hitam ini kita sudah sepakat dengan MA untuk kita habisi," jelasnya.

Hakim putih adalah hakim yang lurus, dan tak pernah tergoda dengan apapun. Lalu hakim abu-abu adalah hakim yang kondisional, kadang bisa dimainkan, terkadang tidak. Hakim jenis ini masih bisa dilakukan pembinaan.

Terakhir hakim hitam adalah hakim yang selalu mempermainkan peradilan. Jenis hakim hitam jumlahnya sedikit.

Untuk tahun ini ada 4 hakim yang masuk kategori hitam. Dirinya tak menampik masih ada hakim yang nakal, mudah disuap dan mempermainkan peradilan.

"Kita tidak menutup mata banyak kasus hakim itu ditekan sana sini, disuap sana sini," kata Mukti.

Jika menemukan hakim jenis ini, Mukti jelaskan masyarakat bisa melaporkan ke KY.

Dalam Renstra target tahun 2024 indeks integritas hakim (IIH) dengan nilai 8, tahun 2020 IIH 6,64. Sedang ditahun 2021 pihaknya menargetkan IIH sebesar 7.

Tahun 2021 pihaknya telah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik hakim. Ada sekitar 150 hakim yang dilaporkan di Jawa Timur, jumlah ini menempati rangking 2 setelah DKI Jakarta.

Mukti ungkapkan tak mudah membongkar dugaan pelanggaran kode etik hakim. Pihaknya telah bekerjasama dengan PPATK, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK.

"Permainannya memang canggih, jadi untuk mencari bukti memang sulit," jelasnya.

Mukti mengatakan menurut MA kesejahteraan hakim sudah cukup terpenuhi, meski ada beberapa yang kurang, seperti pengamanan untuk hakim.

Banyak hakim yang menjalankan aktifitasnya hanya dengan mengendarai sepeda motor. Lalu fasilitas perumahan hakim yang dirasa cukup sederhana.

"Ini sangat rawan sekali, dia pulang dari pengadilan di bunuh orang," katanya.

Senada, Anggota Komisi 3 DPR RI, Arteria Dahlan ada seratus lebih hakim di Jawa Timur yang dilaporkan dengan dugaan pelanggaran kode etik.

Namun ditengah kabar tak sedap itu, Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung ditetapkan sebagai pengadilan terbaik. Hakim di Tulungagung tidak rentan menerima suap.

"Ini harus menjadi percontohan," kata Politisi dari PDI P itu.

Capaian ini bisa dijadikan barometer PN se Indonesia. Secara fisik, Gedung PN Tulungagung terlihat kecil, ruang sidang yang biasa dan fasilitas sidang daringnya cuma 1.

"Tapi pelayanan publiknya hadir," puji Arteria.

Arteria berharap kondisi ini mendapat apresiasi dari KY. Menurut Arteria, masyarakat Tulungagung terkenal toleran dan permisif.

Kondisi ini seharusnya rentan menimbulkan budaya kolusi dan nepotisme. Yang terjadi justru kebalikannya.

Disinggung laporan ratusan hakim di Jawa Timur yang diduga melanggar kode etik, Arteri katakan tak ada yang berasal dari Tulungagung.

Arteria melanjutkan, laporan itu bisa dilakukan oleh orang yang kepentingan hukumnya terganggu. Sehingga untuk pemberian sanksi harus melalui proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.

"Jawa Timur belum ada yang terbukti," terangnya. (JP/t.ag/RG4/).

Berita Terbaru

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYA-  Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama arah pembangunan Kota Surabaya dalam beberapa tahun ke depan. Selain proyek jalan lingkar yang …

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:27 WIB

SURABAYA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dinilai masih menyulitkan warga kurang mampu. Pasalnya, calon peserta didik d…

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Wakil Meteri Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan, KPK: Terkait Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Ratusan Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:21 WIB

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas), Silmy Karim, menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tujuh orang lainnya. Mereka…

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…