Varian Baru Virus Corona jadi "Teror" Baru di Akhir Tahun

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

BACASAJA.ID - Inggris mengidentifikasi varian baru virus corona SARS-CoV-2, yakni VUI 202012/01. Jenis ini disebut-sebut menyebar dengan lebih cepat. Penemuan ini sekaligus menjadi "teror" baru di saat banyak orang merayakan Natal dan tahun baru.

Ilmuwan dan ahli penyakit menular masih melakukan investigasi. Namun sudah lebih dari 40 negara melakukan upaya pencegahan dengan memblokir akses masuk dari Inggris.

Pemerintah Indonesia pun berupaya mencegah masuknya varian baru Virus Sars-Cov2 yang terdeteksi di Wales Selatan, Inggris Raya. Karena, penyebaran virus baru yang bermutasi tersebut bisa menambah beban penanganan Covid-19 di Indonesia.

Karena itu, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 memperketat pemeriksaan orang yang datang ke Indonesia dari luar negeri, khususnya dari Inggris, Eropa dan Australia.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah melakukan adendum Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru dalam Masa Pandemi Covid-19.

Surat edaran itu mengatur beberapa tahapan warga negara asing (WNA) mau pun Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara asing, yang akan masuk ke Tanah Air.

Khusus WNA dari Inggris, baik yang langsung atau transit di negara asing, untuk sementara waktu tidak boleh memasuki wilayah Indonesia.

“Khususnya memperketat kedatangan pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa dan Australia. Karena ditemukannya varian baru, maka berpotensi terdistribusi ke negara lain,” ujarnya di Gedung BNPB, Jakarta, dikutip Jumat (25/12/2020).

Untuk WNI dan WNA dari wilayah Eropa dan Australia, baik secara langsung atau transit, harus menunjukkan hasil tes negatif PCR yang dikeluarkan fasilitas kesehatan negara asal, dan berlaku maksimal 2×24 jam sebelum tanggal dan jam keberangkatan.

Selanjutnya, WNA atau WNI yang lolos pemeriksaan awal, harus melakukan tes ulang PCR pertama. Kalau hasilnya positif, orang itu harus menjalani perawatan lanjutan.

“Kalau hasilnya negatif, pendatang dari luar negeri harus melakukan isolasi selama lima hari terhitung mulai tanggal kedatangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, WNA atau WNI yang negatif Covid-19 dan sudah menjalani isolasi selama lima hari, harus melakukan tes ulang PCR tahap dua.

Kata Dokter Wiku, tes ulang itu dilakukan dengan pertimbangan median waktu inkubasi Virus Covid-19 selama lima hari.

“Kalau hasil tes kedua pendatang tersebut negatif, pelaku perjalanan boleh memasuki wilayah Indonesia. Tapi, kalau hasil tes kedua positif Covid-19, maka pendatang itu harus melakukan perawatan lanjutan,” tegasnya.

Terkait biaya perawatan, Wiku menyebut untuk WNI ditanggung Pemerintah Indonesia. Sedangkan WNA harus bayar sendiri. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, peraturan itu dibentuk untuk membatasi mobilitas orang, sekaligus respon cepat atas fenomena mutasi virus di beberapa negara.

Pemerintah Indonesia, sambung Wiku, berkomitmen melakukan surveilans perubahan genetika varian baru virus Sars-Cov2 serta sebarannya secara nasional dan global.

Sementara itu, pemerintah Inggris mengatakan varian baru Corona bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus sebelumnya. Kepala unit penyakit dan zoonosis yang di WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa pejabat Inggris memperkirakan mutasi tersebut telah menyebabkan kenaikan tingkat reproduksi virus dari 1,1 menjadi 1,5.

Itu berarti setiap orang yang terinfeksi varian tersebut diperkirakan dapat menginfeksi 1,5 orang lainnya. Namun Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr. Mike Ryan mengatakan belum jelas apakah peningkatan penyebaran di Inggris disebabkan oleh mutasi atau perilaku manusia.

"Kami telah melihat perkiraan peningkatan kecil dalam jumlah reproduksi oleh Inggris," katanya dikutip dar CNBC. "Yang berarti virus menyebar lebih cepat, yang berarti lebih mudah menular atau menyebar lebih mudah di bulan-bulan yang lebih dingin. Ini juga bisa berarti orang-orang menjadi lalai dalam mengikuti protokol kesehatan masyarakat," imbuhnya.

"Masih harus dilihat seberapa banyak hal itu disebabkan oleh perubahan genetik spesifik pada varian baru. Saya mencurigai beberapa," katanya. (net/jta)

Berita Terbaru

Sambut Hari Santri 2026, Fatayat NU Surabaya Ajak 100 Pelajar Napak Tilas Resolusi Jihad

Sambut Hari Santri 2026, Fatayat NU Surabaya Ajak 100 Pelajar Napak Tilas Resolusi Jihad

Selasa, 20 Okt 2026 06:15 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:15 WIB

SURABAYA – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya menggelar kegiatan Heritage Walk: Resolusi Jihad pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan y…

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

PB XIV memainkan wayang pusaka Kanjeng Kiai Jimat peninggalan Pakubuwono IV dalam Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta.…

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…