Awali Penerapan SOTK Baru, Wali Kota Eri Wanti-Wanti ASN jangan pernah dalam Zona Nyaman!

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana apel pagi di halaman Balai Kota Surabaya.
Suasana apel pagi di halaman Balai Kota Surabaya.

i

BACASAJA.ID - Mengawali penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar apel pagi di halaman Balai Kota Surabaya.

Apel pagi itu diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Perangkat Daerah, Camat, Lurah, dan seluruh staf Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang telah dilantik untuk mengisi SOTK baru itu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri memberikan arahan penting yang harus dilakukan oleh staf pemkot dalam menjalankan amanahnya itu. Awalnya, ia meminta kepada seluruh jajaranya untuk meminta ridho dan doa restu dari orang tuanya masing-masing.

“Di awal tahun 2022 ini, njenengan (Anda) berdiri di sini dengan amanah dari Gusti Allah menjadi pejabat struktural di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Setelah apel, mintalah doa dan ridhonya orang tua untuk memimpin Kota Surabaya, sujud dan cium kakinya, khususnya ibu njenengan,” kata Wali Kota Eri dikutip Rabu (05/1/2021).

Bahkan, ia meminta kepada seluruh jajarannya untuk terus bersemangat dan berempati untuk melayani seluruh warga Kota Surabaya. Wali Kota Eri juga meminta agar seluruh jajarannya bisa langsung turun dan mendekatkan diri kepada masyarakat.

Wali Kota Eri juga mengingatkan agar seluruh jajarannya bisa menghormati dan melanjutkan perjuangan-perjuangan para pemimpin di Kota Surabaya. Sebab, sudah banyak yang dilakukan Wali Kota sebelumnya untuk membahagiakan masyarakat Surabaya.

“Waktunya kita melakukan perbaikan dan perjuangan untuk mengoptimalkan apa yang sudah beliau lakukan di Surabaya. Karena itu saya membutuhkan inovasi untuk warga Surabaya, maka jangan pernah dalam zona nyaman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan mencopot atau mengganti pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun, apabila melakukan rotasi, bagi dia merupakan hal biasa yang dilakukan setiap dua tahun sekali dan maksimal tiga tahun sekali. “Karena semua OPD punya output dan outcome berbeda-beda yang harus dipertanggung jawabkan,” jelas dia.

Wali Kota Eri juga meminta kepada seluruh Camat, Lurah, dan penanggung jawab OPD untuk bisa memberikan solusi dan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Apalagi, dia mengaku ingin tahu apakah Camat, Lurah, dan jajaran PD itu bisa memberikan solusi bagi warga yang kesusahan atau tidak.

“Semuanya harus turun ke masyarakat, makanya ketika membuat anggaran harus mengetahui kondisi warganya. Ketika dinas meminta data stunting, data gizi buruk, data MBR, maka yang harus mengerti adalah kelurahannya,” tegas dia,

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga menjelaskan bahwa semua kontrak kerja yang berhubungan dengan output dan outcome Kepala Dinas, Camat, dan Lurah, akan ditandatangani pada minggu keempat bulan Januari 2022.

“Saya minta E-Project Planning-nya harus selesai di minggu kedua bulan Januari 2021 dan semua proyek, serta kegiatan yang fisik dan non fisik yang sifatnya tidak perbulan pertanggungjawabannya, itu harus 100 persen berhenti di bulan November. Kecuali untuk kegiatan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) dan kegiatan revisi,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa para Staf Ahli Wali Kota yang akan menilai laporan output dan outcome dari seluruh staf itu. Apabila tidak berjalan, maka Wali Kota Eri akan mencopot Kepala Dinas, Camat, Lurah dan lainnya. Sebab, kontrak kinerja tersebut dibuat dengan jelas, terukur, dan terbaca.

“Ketika saya mencopot njenengan (anda), itu berdasarkan tidak sesuainya output outcome-nya njenengan (anda) di kontrak kinerja. Ketika tidak sesuai, njenengan (anda) harus mundur, saya meminta tim anggaran membuat output outcome-nya sampai detail dan berbeda dari sebelumnya,” kata dia. (PMK/RG4)

Berita Terbaru

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan…

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…