Antisipasi Omicron, Pemkab Tulungagung Kembali Jemput PMI Di Bandara

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memimpin rakor penanganan Covid-19.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memimpin rakor penanganan Covid-19.

i

BACASAJA.ID - Virus Covid-19 varian omicron menjadi momok bagi pemerintah. Pasalnya varian ini mempunyai tingkat penularan yang lebih cepat dan lebih tinggi.

Pemerintah memperkirakan puncak penularan gelombang ke 3 Covid-19 akan terjadi pada pertengahan Maret 2022 ini.

Tak mau kecolongan, sejumlah daerah melakukan langkah antisipasi, termasuk Kabupaten Tulungagung. Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memimpin langsung rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan penanganan gelombang ke 3 Covid-19.

Menurut Maryoto gelombang ke 3 ini bakal didominasi oleh varian omicron.

"Kita siapkan tempat-tempat isolasi terpusat (isoter), persediaan obat dan tenaga kesehatan," jelas Maryoto, Rabu (26/1/22).

Isoter dilakukan mulai di tingkat desa. Pemerintah Desa diminta menyediakan tempat isolasi terpusat. Puskesmas diminta siaga dan menyiapkan kebutuhan obat-obatan.

Varian omicron masuk ke Indonesia melalui pelaku perjalanan luar negeri. Pihaknya bakal melakukan pengawasan ketat terhadap warga Tulungagung yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri.

Tulungagung juga dikenal sebagai lumbung PMI (Pekerja Migran Indonesia). PMI juga merupakan warga yang diawasi karena riwayat perjalanannya.

"PMI akan kita perketat, kita akan selalu berkoordinasi dengan Provinsi, kalau perlu kita lakukan penjemputan seperti dulu," jelas Maryoto.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso mengatakan hingga Maret ada 1.407 PMI yang habis kontraknya.

PMI ini diperkirakan pulang ke Indonesia setelah habis kontrak, kecuali yang kontraknya diperpanjang.

"Kalau sampai Mei bisa 2 kali lipat," jelasnya.

Disinggung teknis pemulangan PMI, Agus menjelaskan setelah sampai di Tanah Air, PMI dikarantina selama 6 hari oleh Dinas Ketenaga Kerjaan Provinsi Jatim. Lalu setelah 6 hari di swab PCR.

Jika hasilnya negatif, PMI yang bersangkutan diperbolehkan pulang dengan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten, lalu oleh pihak Desa.

"Di desa dikarantina lagi selama 8 hari," terangnya.

Karantina bisa dilakukan terpusat atau secara mandiri. Agus juga menjelaskan pihaknya hanya bisa memantau PMI yang resmi.

Namun untuk PMI yang ilegal, pihaknya tak bisa memantau.

"Ini jumlahnya lebih banyak," terangnya (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…