Video Penembakan ODGJ yang Disebar Humas Polres Sumenep Disebut Ada Kejanggalan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar salah satu video yang merekam peristiwa penembakan..
Tangkapan layar salah satu video yang merekam peristiwa penembakan..

i

BACASAJA.ID - Tewasnya terduga begal dengan cara ditembus peluru polisi di Kabupaten Sumenep, beberapa hari lalu, terus menyibak fakta baru.

Peristiwa penembakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) oleh 5 aparat Polres Sumenep, di depan ATM BRI, Jl. Adhirasa desa Kolor pada Minggu 13 Maret 2022. Terekam oleh warga dengan beberapa angle video. Namun, dari beberapa video, terdapat 1 video yang janggal.

Diketahui, Humas Polres Sumenep pada Rabu 15 Maret pukul 20.24 melalui Widiarti, Kasubag Humas Polres Sumenep menyebarkan video berdurasi 0.25 detik di Grup Mitra Humas Polres Sumenep yang isi anggotanya adalah wartawan.

Dalam video tersebut, menggambarkan kronologi penembakan aparat Polres Sumenep pada Herman (ODGJ) di tempat kejadian perkara.

Robin Nurrahman, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep. Menemukan sebuah video yang berdurasi lebih panjang yaitu 1.30 detik (satu menit tiga puluh detik) video asli tanpa editing.

Robin Nurrahman, menjelaskan jika video kronologi penembakan berdurasi 1 menit 30 detik telah dipotong oleh Humas Polres Sumenep.

“Video berdurasi 1 menit 30 detik, menjelaskan kronologi detik-detik penembakan aparat. Diketahui dengan jelas, dalam video tersebut, almarhum Herman dalam keadaan duduk. Video yang sudah di edit Polres Sumenep, menunjukkan jika Herman berjalan membawa senjata. Polres Sumenep mencoba menghilangkan fakta yang sebenarnya,” terang Robin Nurrahman, ketua DPC GMNI Sumenep, Kamis (16/3/2022) usai aksi ke Mapolres Sumenep.

“Sudah jelas, posisi Herman dalam keadaan duduk, dan polisi mengeluarkan tembakan. Jangankan manusia, hewanpun pasti kaget jika mendengar suara tembakan. Jika melihat video lengkapnya, seharusnya polisi tidak perlu menembak Herman,” tambahnya.

Dari video kronologi penembakan 5 aparat Polres Sumenep yang berdurasi 1.30 (satu menit tiga puluh detik) terpotong 1.5 (satu menit lima detik).

Dilain hal, Nur Faizal, ketua bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jatim, menyayangkan video yang sengaja diedit dan dipotong oleh Polres Sumenep dan disebarkan pada wartawan.

“DPD KNPI Jatim menyangkan video yang sengaja dipotong Polres Sumenep dan disebarkan pada wartawan. Ternyata, video lengkapnya, saat polisi datang ke TKP, Herman (ODGJ) sedang dalam keadaan duduk dan tidak dalam mengancam nyawa orang dan tidak sedang menyandra orang. Mestinya, dari video lengkapnya itu, polisi tidak punya alasan hukum dengan mengeluarkan tembakan peringatan, melainkan teguran,” tegas Nur Faizal, ketua bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jatim.

Nur Faizal menambahkan, jika pihaknya kaget, saat mengetahui Polres Sumenep memotong video asli kronologi awal saat polisi datang ke Tempat Kejadian Perkara.

“Kami kaget, kenapa kemudian pihak Polres Sumenep, memotong video kronologi penembakan. Polres Sumenep seakan-akan mencoba menghilangkan bukti atau kronologi sebenarnya. Polisi tidak punya alasan untuk tidak melaksanakan sebagaimana dijelaskan dalam PK-POLRI No 8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas kepolisian. Saya pikir, masyarakat perlu tau dan Propam serta Tim Khusus Pencari Fakta, sebagai bahan investigasi,” tutup Nur Faizal. (*/RG4)

Berita Terbaru

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

POLDA SULBAR – Polda Sulbar secara resmi menerbitkan mutasi 223 personel bintara untuk memperkuat jajaran kepolisian di tingkat wilayah. Langkah strategis ini t…

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Estimasi pelaksaannya, yaitu November akhir atau awal Desember 2026.…

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Polda Sulbar – Keimanan dan profesionalisme menjadi dua pilar penting dalam tugas kepolisian khususnya di Sulbar. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan R…

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

POLDA SULBAR- Terlihat pemandangan berbeda dari kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polantas Polda Sulbar bersama Samsat dan Jasa Raharja…

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

SURABAYA – Persoalan status tanah dan sulitnya akses air bersih menjadi keluhan warga Warugunung, Kota Surabaya. Selain mempertanyakan lahan yang diklaim masuk …

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…