Viral! Pria Di Mobil Alphard Maki Polisi Gegara Pengalihan Arus Lalu Lintas

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pria Di Mobil Alphard Memaki Polisi
Pria Di Mobil Alphard Memaki Polisi

i

BACASAJA.ID - Sebuah video yang menayangkan seorang penumpang pria yang berada dalam mobil Alphard berpelat F memaki-maki polisi di Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, sang pria membuka kaca mobil sembari marah-marah ke polisi. Dia tak terima kena pengalihan arus dalam perjalanan.

"Hei, Polisi, suruh ke sana, kita ngantri, suruh ke sana dulu," kata pria itu berteriak ke arah polisi.

Kejadian itu bermula saat polisi mengalihkan arus dari simpang tiga Panyusuhan ke Ciawi-Singaparna. Kebijakan itu diberlakukan karena kondisi lalu lintas macet.

Mobil Alphard hitam itu ikut dialihkan bersama mobil-mobil lainnya. Alih-alih melaju ke Singaparna, mobil tersebut memutar balik.

Setibanya di pertigaan Panyusuhan, penumpang Alphard itu melihat arus lalu lintas tak lagi dialihkan. Pria itu pun tidak terima dengan pengalihan arus yang ia terima sebelumnya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Ibrahim Tompo mengonfirmasi kejadian tersebut. Ibrahim menyebut pria yang memaki-maki polisi itu bernama Periyanto.

"Pada saat dilakukan rekayasa lalu lintas, pelaku memaki petugas yang ada di sana dengan kata-kata kasar," ucap Ibrahim seperti dikutip dari Detik, Jumat (6/5).

Ibrahim menyayangkan aksi penumpang Alphard memaki-maki polisi. Dia memastikan kepolisian melakukan pengalihan arus demi kepentingan umum dan sesuai aturan.

"Kita prihatin melihat kejadian seperti ini. Di saat anggota melakukan pengaturan untuk mengatur kepentingan masyarakat umum, ada yang ingin mengatur lalu lintas sesuai caranya sendiri," tuturnya. (TED)

Tag :

Berita Terbaru

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…