TV Analog di Gresik Mati Malam Ini, Pembagian STB Masih 97,2 Persen

bacasaja.id
set top box (STB)

GRESIK - Pemerintah akan mematikan tv analog atau Anallog Switch Off (ASO) di wilayah Jawa Timur. Salah satunya wilayah Kabupaten Gresik.

Pemerintah pun mengimbau warga di Jatim 1, termasuk Gresik, agar segera melengkapi TV masing-masing dengan set top box (STB). Agar, saat TV analog dimatika, warga bisa langsung beralig ke TV digital sehingga bisa menikmati beragam program siaran televisi swasta maupun dalam negeri.

Baca juga: Inisiatif Berujung Pidana: Eks Buruh PT SP Tbk Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh Polres Gresik

Kepala Dinas Kominfo Gresik Ninik Asrukin membenarkan pemerintah pusat akan mematikan saluran TV analog di Kota Santri. Selain Gresik, 10 daerah ring 1 Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, bangkalan dan sejumlah daerah lainnya juga diberlakukan hal yang sama.

"Surat pemberitahuan resmi terkait hal tersebut kami belum menerima. Namun kami sudah mengkonfirmasi bahwa saluran TV analog di Kabupaten Gresik dimatikan per 20 Desember 2022. Tepatnya nanti malam" kata Ninik Asrukin, Selasa (19/12/2022).

Baca juga: Video Diduga Ketua DPRD Gresik Ajak Duel Pendemo Viral, Syahrul Munir Dikecam

Pemerintah sudah mengalokasikan STB sebanyak 24.916 unit untuk warga Gresik. Mayoritas sudah tersalurkan ke penerima yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Namun ada ratusan STB yang masih ngendon.

"Jadi untuk penyaluran STB itu melalui pihak ketiga. Penerimanya pun sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Sesuai nama dan alamat. Kita di Dinas Kominfo sifatnya hanya monitoring saja," jelas Ninik.

Baca juga: Cetak Agripreneur Muda, Petrokimia Gresik Gulirkan Beasiswa 50 Petani Muda

Dari total bantuan tersebut, lanjut Ninik, sebanyak 24.196 alat STB sudah tersalur. Artinya mencapai 97,2 persen.

"Laporan terakhir yang kami terima masih ada sekitar 720 STB yang belum tersalur. Pihak ketiga masih terus melakukan penyaluran," tandasnya. (IAN)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru