Mantap, Irjen Fadil Mereplikasi Kampung Tangguh Semeru Jatim di DKI

bacasaja.id
Irjen M Fadil Imran

BACASAJA.ID - Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran layak diacungi jempol. Untuk penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, jenderal bintang dua ini akan mendirikan "Kampung Tangguh Jaya". Ini merupakan replikasi "Kampung Tangguh Semeru" yang digagas Fadil ketika menjadi Kapolda Jawa Timur

Nantinya setiap wilayah zona merah di DKI, akan dioptimalkan program kampung tangguh jaya. Selain menekan penyebaran covid-19, juga membantu meringankan kebutuhan warga.

Baca juga: GEGER! Puluhan Pria Misterius Datangi Polda Metro Jaya saat Subuh, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Untuk itu, Fadil bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman terjun langsung ke Mapolsek Ciledug yang masih menjadi zona merah covid-19. Keduanya kemudian beranjak ke Mapolsek Kebayoran Baru.

Dua mapolsek itu menjadi titik awal mengintensifkan program kampung tangguh jaya sekaligus memberi dukungan kepada personel. Fadil juga bersilahturahmi dengan masyarakat agar saling membantu menekan penyebaran covid-19 dan meringankan beban kebutuhan hidup warga.

"Pada hari yang bersamaan, seluruh jajaran Polda Metro Jaya juga bergerak dengan cita-cita yang sama," kata Fadil dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: VIRAL! Protes Parkir Gratis di Polda Metro Jaya, Ternyata Ini Dasar Hukum Parkir Berbayar di Gedung

Kampung Tangguh Jaya merupakan replikasi dari kampung tangguh Semeru yang pernah digagas Fadil ketika menjadi kapolda Jawa Timur.

Sebanyak 1.559 kampung tangguh Semeru pernah berhasil dibangun. Program itu hasil kolaborasi bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen Widodo Iryansyah, Forkominda, perguruan tinggi, media, pengusaha dan komponen masyarakat sampai ke tingkat RT.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap Buronan Pelaku Judi Online di Batam

Mendapat sambutan positif dari Presiden Joko Widodo, program tersebut diadopsi menjadi program nasional dengan nama kampung tangguh nusantraa. Konsep kampung tangguh Jaya yang dikembangkan di DKI Jakarta menggunakan pendekatan berbasis problem oriented policing (POP) melalui scanning, analisis, respons, dan asesmen. Penerapannya mengedepankan beberapa langkah sentral, seperti transformation organization, community partnership, problem solving, dan community mobilitation.

"Tidak bisa juga dipungkiri bahwa faktor keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh konsep yang apik. Juga ditentukan oleh kerja sama yang baik dan sinergisitas multistakeholder," ujar Fadil (rls)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru