Songong Ramadan 2025, Pemkot Surabaya Siapkan Pasar Murah

Reporter : Redaksi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti

 

SURABAYA -Menjelang Ramadan 2025, stok bahan pangan di Indonesia dipastikan aman dan mencukupi. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri menyiapkan Pasar Murah untuk mendukung stabilitas harga pangan jelang Ramadan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

Menteri Koordinator (Menko) Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa ketersediaan bahan pokok dalam kondisi stabil dengan harga yang terjangkau.

"Aman, beras cukup, semua cukup. Tersedia, harga terjangkau insyaallah," ujar Menko Zulkifli, usai meninjau Kelompok Tani (Poktan) Kosagrha Lestari di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin (10/2/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa stok pangan di Kota Pahlawan juga dalam kondisi aman. Pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

"Insyaallah aman, sampai hari ini kita sudah melakukan pengecekan di lapangan bersama-sama dengan tim kita, sampai saat ini masih aman," kata Antiek.

Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga pangan menjelang Ramadan, Antiek menegaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah di beberapa lokasi di kota tersebut.

"Kita bersama-sama dengan beberapa Perangkat Daerah (PD) akan melakukan gerakan pangan murah dan pasar murah di beberapa tempat untuk menyediakan harga yang tentunya lebih murah dibandingkan harga pasar," jelas Antiek.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Wawali Armuji: Pancasila adalah Jangkar Moral Bangsa

Selain itu, Antiek menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya juga menjalin kolaborasi dengan distributor dan kelompok tani agar mereka dapat menjual produknya dengan harga lebih terjangkau.

"Yang kedua, kita juga berkolaborasi dengan beberapa distributor, beberapa kelompok tani untuk bisa menjual produknya, tentunya dengan harga yang lebih murah," pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru