Fraksi PDI Perjuangan Dorong RPJMD Probolinggo yang Pro-Rakyat dan Berkeadilan

Reporter : Redaksi
Suasana rapat di DPRD Kabupaten Probolinggo tentang pandangan fraksi tentang RPJMD dan Pansus

PROBOLINGGO — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo memberikan masukan terhadap Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD.

Masukan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap visi-misi Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun Probolinggo yang lebih baik.

Baca juga: Fraksi PDI Perjuangan Dukung Penuh Program Parkir Digital Pemkot Surabaya

Dalam pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menekankan pentingnya pembangunan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui program terukur dan kolaborasi lintas sektor.

"Kami ingin setiap program benar-benar berdampak nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Khairul Anam, salah satu perwakilan fraksi Senin, 11 Agustus 2025.

Hal senada disampaikan Arief Hidayat, anggota Fraksi PDI Perjuangan yang lain juga mendorong percepatan digitalisasi pelayanan publik melalui program Mata Prabulinggih. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, sekaligus mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Integrasi dengan mekanisme retribusi daerah akan memperkuat akuntabilitas," ujar Cak Dayat sapaan akrabnya Arief Hidayat.

Selain itu, fraksi PDI Perjuangan mengingatkan pentingnya revisi Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penataan Pasar Tradisional dan Modern. Mereka mendorong pembatasan izin pasar modern di wilayah kecamatan dan moratorium sementara.

Baca juga: Siti Mariyam Tegaskan Pentingnya Solusi Komprehensif Tangani Prostitusi di Surabaya

Termasuk pasar modern yang sudah beroperasi diharapkan menyediakan ruang khusus bagi UMKM lokal.

"Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan bagi ekonomi kerakyatan dan penguatan daya saing produk lokal,"tambahnya m

Tak hanya itu , Fraksi ini menyoroti tingginya belanja pegawai yang mencapai 34-36�ri total APBD, melebihi batas maksimal 30% sesuai UU HKPD. Mereka mendorong strategi peningkatan PAD dan eksplorasi sektor potensial untuk menutup defisit tersebut.

Sektor pertanian dan perkebunan, seperti kopi Kobra, tembakau, bawang merah, dan kentang, harus mendapat perhatian khusus.

Baca juga: Tri Didik Adiono Dorong Pembinaan Atlet Muda di Sahabat Tournament Basket Pelajar 2025

Atas hal itu , Fraksi PDI Perjuangan mendorong program terpadu dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan specialty coffee dan perlindungan regulasi bagi petani.

Fraksi juga mendesak optimalisasi tiga satgas prioritas, yaitu Satgas Pengentasan Kemiskinan, Satgas IPM, dan Satgas Infrastruktur, agar bekerja dengan target jelas dalam RPJMD.

Dengan berbagai masukan ini, Fraksi PDI Perjuangan berharap RPJMD Kabupaten Probolinggo dapat menjadi pedoman pembangunan yang pro-rakyat, terukur, dan berkeadilan, mendukung terwujudnya "Probolinggo SAE". (DRW)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru