Siti Mariyam Tegaskan Pentingnya Solusi Komprehensif Tangani Prostitusi di Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Siti Mariyam,
Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Siti Mariyam,

i

SURABAYA— Anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Siti Mariyam, menegaskan bahwa persoalan prostitusi tidak dapat diselesaikan hanya dengan menutup atau melarang aktivitasnya. Ia menilai, tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjadi pekerja seks, namun tekanan ekonomi sering kali memaksa sebagian warga terjerumus dalam praktik tersebut.

“Kalau kaitannya dengan prostitusi, siapa sih yang bercita-cita seperti itu? Tidak ada ya. Mungkin karena faktor ekonomi, faktor perut, faktor keluarga, dan lain-lain. Memang itu bukan alasan untuk membenarkan, tapi realitasnya seperti itu,” ungkapnya.

Dorong Pemerintah Sediakan Solusi Ekonomi Berkelanjutan

Siti Mariyam menilai, bila prostitusi diberantas tanpa solusi alternatif, justru akan memunculkan masalah sosial baru. Karena itu, pemerintah harus memastikan para pekerja terdampak memiliki pilihan mata pencaharian lain yang layak.

“Kalau itu dihilangkan, otomatis harus ada solusi mata pencaharian. Pemerintah harus memikirkan pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga wadah kerja yang sesuai kemampuan mereka,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa pendekatan komprehensif, prostitusi berpotensi berpindah ke tempat-tempat tersembunyi seperti rumah kos atau karaoke ilegal. Hal itu tidak hanya berbahaya, tapi juga menyulitkan pengawasan kesehatan.

“Kalau tidak diberantas dengan cara yang tepat, akhirnya banyak yang terselubung. Kos-kosan terselubung, karaoke terselubung. Ini berbahaya karena pendeteksian kesehatan sulit dan risiko penyakit menular bisa merajalela,” tegasnya.

Pertimbangkan Lokasi Terkontrol Jika Tidak Bisa Dihapus Total

Mengacu pada data Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang mencatat 985 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari–Oktober 2025, Siti Mariyam menilai pengawasan kesehatan harus menjadi prioritas. Jika prostitusi tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, ia menyarankan agar aktivitas tersebut ditempatkan jauh dari permukiman warga.

“Kalau memang tidak terhindari, paling tidak diberikan tempat yang jauh dari perumahan masyarakat. Kalau pindah jauh, pendeteksian kesehatannya bisa lebih terkontrol satu minggu sekali,” ujarnya.

Belajar dari Penutupan Dolly dan Moroseneng

Siti Mariyam juga menyoroti pengalaman penutupan kawasan eks-lokalisasi Dolly dan Moroseneng. Meski sudah resmi ditutup, prostitusi ilegal justru muncul di lokasi-lokasi baru tanpa kontrol.

Menurutnya, keberadaan lokalisasi dulu berdekatan dengan masjid, sekolah, dan permukiman padat, sehingga mudah diakses oleh anak-anak.

“Dulu itu sangat dekat dengan fasilitas publik. Setelah ditutup, kenyataannya prostitusi liar muncul tak terkontrol,” katanya.

Fenomena yang Tidak Bisa Dihapus Total

Siti Mariyam mengakui bahwa prostitusi adalah fenomena sosial yang sudah ada sejak zaman dahulu dan sulit dihapus sepenuhnya. Karena itu, pemerintah harus mengambil langkah matang, bukan sekadar menutup lokasi tanpa solusi.

“Sejak zaman Nabi Adam sampai sekarang tetap ada. Menghilangkan total sepertinya tidak mungkin. Tapi kalau tidak diberikan wadah, justru akan semakin merajalela. Maka kita harus berpikir secara matang,” tutupnya. (dims)

Berita Terbaru

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

SURABAYA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar…

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…