SURABAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya dipastikan tidak akan berhenti di tengah jalan. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan program andalan Pemkot ini tetap berlanjut, namun dengan tata kelola yang lebih rapi dan pengawasan ketat.
“MBG ini bukan sekadar memberi makan, tapi membangun masa depan generasi Surabaya. Karena itu, program ini harus diteruskan, dengan tata kelola yang semakin baik,” ujar Fathoni, Kamis (11/9/2025).
Baca juga: Reses Didik Beldex di Tembok Lor, Warga Keluhkan PIP, Desil hingga Kuliah Gratis
Ia menilai penyempurnaan tata kelola sangat penting, terutama soal higienitas makanan. Mulai dari proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah, semuanya harus memenuhi standar agar anak-anak benar-benar mendapat makanan bergizi sekaligus aman dikonsumsi.
Baca juga: Belanja Infrastruktur di RAPBD Surabaya 2027 Capai Rp6,2 Triliun, Banggar Ungkap Alasannya
Politisi Golkar ini juga mengingatkan agar kasus keracunan massal yang pernah terjadi di daerah lain dijadikan pelajaran berharga. “Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Surabaya. Karena itu, kolaborasi antara Pemkot, DPRD, SPPG, dan Dinas Kesehatan harus diperkuat,” tegasnya.
Baca juga: Izin Alkohol Kedaluwarsa dan Remaja Masuk Klub, DPRD Surabaya Desak RHU Ditindak Tegas
Menurut Fathoni, MBG merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan di masa depan. Dengan pengelolaan yang tepat, ia optimistis Surabaya bisa menjadi contoh kota yang sukses menjalankan program makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah. (dims)
Editor : Redaksi