SURABAYA, Bacasaja.id - Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh global, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, mengajak generasi muda, terutama Gen Z, untuk kembali menyalakan semangat Sumpah Pemuda melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.
Bagi Ajeng, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar kisah masa lalu yang dikenang setiap 28 Oktober, melainkan energi persatuan dan gotong royong yang harus terus hidup di dada anak muda zaman kini.
Baca juga: DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara
“Sumpah Pemuda itu bukan cuma tentang sejarah. Tapi tentang bagaimana anak muda hari ini berani bersuara, berkontribusi, dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya di Surabaya, Kamis (9/10/2025).
Ajeng menilai, generasi muda Surabaya punya potensi besar dalam membangun kota yang lebih maju dan berkarakter. Namun semangat itu, katanya, perlu diwujudkan dalam bentuk nyata — salah satunya lewat partisipasi dalam program Kampung Pancasila yang tengah digerakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
“Kampung Pancasila bisa menjadi ruang bagi Gen Z untuk menunjukkan perannya — dari kegiatan sosial, edukasi digital, hingga menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” tutur Ajeng.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin
Menurutnya, Pemkot Surabaya kini semakin ramah terhadap pemuda dengan berbagai program seperti beasiswa SMA/SMK/MA dan Beasiswa Pemuda Tangguh Kuliah. Dukungan itu, kata Ajeng, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak muda.
“Dengan support sebesar itu, sudah seharusnya Gen Z menunjukkan wujud nyata kontribusinya. Minimal ikut menjaga ketertiban dan keamanan Suroboyo sebagai bentuk cinta terhadap kota sendiri,” tegasnya.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup
Ajeng juga menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membentuk karakter kebangsaan sejak dini. Ia berharap momentum Sumpah Pemuda 2025 menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang mampu menjaga nilai persatuan di tengah perbedaan.
“Kalau dulu para pemuda bersatu demi kemerdekaan, maka sekarang tugas kita menjaga kemerdekaan dengan kerja, kreativitas, dan kontribusi nyata,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi