SURABAYA, Bacasaja.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila secara nyata di tengah masyarakat, seiring dengan diresmikannya 1.360 Kampung Pancasila di 153 kelurahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Menurut Fathoni, program tersebut tidak boleh berhenti pada tataran slogan, melainkan harus menjadi wadah yang benar-benar menghadirkan semangat kebangsaan dalam kehidupan sosial warga.
Baca juga: Pemkot Surabaya Genjot Program Kampung Pancasila Pasca Lebaran 2026
“Program ini merupakan upaya bersama Pemkot dan Forkopimda untuk menuntaskan berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Fathoni di Surabaya, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, Pancasila sebagai ideologi bangsa seharusnya tercermin melalui perilaku sosial masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol atau atribut seremonial.
“Kalau Kampung Pancasila ini bisa berjalan dengan baik, kehidupan warga Surabaya akan mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Sebab ideologi ini adalah perekat bangsa yang beragam dan multikultural,” katanya.
Fathoni juga menyoroti peran penting lurah dan camat dalam menjaga serta menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan tersebut di wilayahnya. Ia berharap penyelesaian setiap persoalan warga dilakukan dengan semangat musyawarah mufakat.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Soroti Lemahnya Peran Bakesbangpol dalam Pembinaan Ormas
“Tidak boleh ada yang kuat menindas yang lemah, apalagi persekusi karena perbedaan keyakinan. Semua warga harus hidup berdampingan dengan damai,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan Kampung Pancasila dapat diukur dari kondisi sosial masyarakat yang harmonis, bebas dari konflik horizontal, serta masih terjaganya semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga.
“Kalau masih ada kesenjangan sosial dan kurangnya kepekaan terhadap sesama, berarti nilai-nilai Pancasila belum benar-benar hidup di situ,” ujarnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya: Digitalisasi Parkir Solusi Atasi Kebocoran PAD
Fathoni berharap Kampung Pancasila bisa menjadi contoh penerapan nilai kebangsaan di tingkat kelurahan. Ia menilai, sila keempat Pancasila dapat diwujudkan melalui budaya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan warga, sementara sila kelima tampak melalui semangat saling membantu antarwarga.
“Kalau yang mampu mau membantu yang kurang mampu, kalau warga saling menjaga dan peduli satu sama lain, itulah wujud keadilan sosial yang sesungguhnya,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi