JAKARTA - Sekretaris Kelurahan Petojo Selatan yang lagi viral, Febriwaldi diketahui selain hobi plesiran, touring, juga hobi dugem. Penelusuran media ini menemukan lelaki kelahiran 1986 itu videonya beredar sedang berfoya-foya di suatu tempat hubungan di bilangan Kuningan. Bukan tanggung-tanggung, nampak beberapa wanita muda sedang menemani bernyanyi dan berjoget.
Nampaknya, gaya hidup mewah yang dijalani Febriwaldi terus menarik perhatian publik. Meski ujung-ujungnya menjadi hujatan netizen dan publik. Gaya hidup hedon tersebut sama sekali tidak sesuai dan mencerminkan posisinya sebagai aparatur negara. Meski saat ini, Febriwaldi sudah dicopot dan dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai sekretaris kelurahan Petojo Selatan, tuntutan publik justru minta agar dipecat secara tidak hormat.
Baca juga: KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar
Adalah sekelompok masyarakat Jakarta yang diwakili puluhan orang 'menggeruduk' kantor Balai Kota Provinsi DKI Jakarta pada Senin 13 Oktober 2025, menuntut Gubernur Pramono Anung agar memecat Febriwaldi secara tidak hormat. Aksi berlanjut dengan mendatangi kantor Kelurahan Petojo Selatan.
Baca juga: Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
"Kita minta Inspektorat dan BKD mengusut asal-usul duit untuk bergaya hidup mewah itu diusut, sebab tidak sesuai dengan pendapatan wajarnya. Jangan sampai ada unsur penyalahgunaan jabatan dan kewenangan dia sebagai sekretaris kelurahan tersebut," ujar Cak Ta'in Komari sebagai koordinator aksi massa tersebut.
Cak Ta'in yang merupakan Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) melanjutkan perjuangannya dengan melaporkan kepada KPK , agar mengusut kekayaan Febriwaldi sebab terjadi perbedaan antara LHKPN dengan fakta di lapangan.
Baca juga: KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
"Febri nampak bergaya dengan sepeda mahal, Motor Besar warna merah, maupun Motor Kawasaki ZX 25R. Apakah motor tersebut milik sendiri atau gimana? Mengapa tidak dimasukkan dalam LHKPN dia? Bukan tidak mungkin dia memiliki barang mewah lainnya. Itulah mengapa kita laporkan ke KPK, supaya diusut tuntas. Kalau sekelas Sekretaris Kelurahan saja bisa memiliki kekayaan sebesar itu, bagaimana dengan jabatan yang lebih tinggi." tandas Cak Ta'in setelah melaporkan ke KPK pada Selasa, 14 Oktober 2025.***
Editor : Redaksi