SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan keberpihakannya pada dunia pendidikan. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot menyiapkan dana sebesar Rp71,5 miliar untuk program beasiswa bagi 16.787 pelajar SMA/sederajat, sebagai langkah nyata memastikan tidak ada anak Surabaya yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, yang menilai langkah itu mencerminkan komitmen kuat Wali Kota Eri Cahyadi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Ini semangat luar biasa dari Pemkot dan Wali Kota untuk memastikan anak-anak kita tidak berhenti sekolah. Tidak semua daerah punya keberpihakan seperti ini,” ujar Bahtiyar Rifai, Wakil Ketua DPRD Surabaya, saat dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).
Politisi Partai Gerindra itu menilai, program Beasiswa Pemuda Tangguh yang dijalankan Pemkot masih bisa diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak siswa, termasuk yang bersekolah di lembaga swasta.
“Selama ini penerima beasiswa lebih banyak dari sekolah negeri. Padahal, banyak juga siswa dan mahasiswa di sekolah atau kampus swasta yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Menurut Bahtiyar, pendidikan yang inklusif hanya dapat terwujud jika ada kolaborasi lintas sektor. Karena itu, ia mendorong agar Pemkot melibatkan sekolah dan perguruan tinggi swasta dalam skema beasiswa ke depan.
"Tujuannya bukan sekadar membantu, tapi memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal,” tambahnya.
Selain pemerataan, Bahtiyar juga menyoroti pentingnya verifikasi data penerima beasiswa agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Verifikasi penting supaya tidak ada penerima ganda. Kalau ada yang sudah dapat Pemuda Tangguh, jangan lagi menerima KIP. Ini soal keadilan dan pemerataan agar anak-anak lain juga bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya
Bagi Bahtiyar, pendidikan bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Surabaya.
“Pendidikan adalah kunci. Kalau kita ingin Surabaya terus maju, anak-anak harus diberi kesempatan belajar setinggi mungkin tanpa terkendala biaya,” tandasnya.
Diketahui, mulai 2026 Pemkot Surabaya juga akan menaikkan nilai beasiswa bagi pelajar SMA/SMK/MA swasta dari Rp200.000 menjadi Rp500.000 per bulan. Sementara pelajar sekolah negeri tetap menerima Rp200.000 per bulan, karena sudah mendapatkan dukungan dari dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. (dims)
Editor : Redaksi