15 Pelajar Surabaya Positif Narkoba, Johari Mustawan Desak BNN dan Polisi Bongkar Jaringan

Reporter : Redaksi
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan

 

SURABAYA, Bacasaja.id – Terungkapnya 15 pelajar SMP di kawasan Jalan Kunti, Surabaya, yang dinyatakan positif menggunakan narkoba memicu reaksi keras dari Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan. Ia menilai kasus ini sebagai ancaman serius yang menunjukkan semakin beraninya jaringan peredaran narkoba menyasar lingkungan pendidikan.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Johari menegaskan bahwa peran keluarga harus diperkuat sebagai pondasi utama pendidikan dan pengawasan anak. Menurutnya, sekalipun anak bersekolah, tanggung jawab pengawasan tidak boleh dilepaskan dari orang tua.

“Pengawasan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua tetap menjadi gerbang pertama pendidikan. Keluarga harus peka terhadap perubahan perilaku anak,” tegas Johari.

Ia juga menyoroti pentingnya hubungan yang lebih terikat antara sekolah dan orang tua. Menurut Johari, perlu ada kontrak komitmen proses belajar-mengajar yang jelas agar kedua pihak memiliki kesepahaman dalam menjaga lingkungan pendidikan dari ancaman narkoba.

Selain itu, ia meminta setiap sekolah memiliki SOP yang tegas dan terukur terkait pencegahan, penanganan, serta pelaporan jika ada indikasi peredaran atau penggunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus punya standar operasional yang jelas. Tidak bisa hanya mengandalkan himbauan. Harus ada aturan tegas dan mekanisme penanganan yang berjalan,” ujarnya.

Baca juga: DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Johari juga mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk menyusun dan menerapkan aturan yang lebih kuat terkait peredaran dan penggunaan NAPZA di wilayah kota.

“Pemkot harus hadir dengan regulasi yang tegas dan komprehensif. Ini bukan sekadar kasus, ini ancaman serius bagi generasi muda,” tambahnya.

Selain memperkuat aturan, Johari meminta Pemkot Surabaya dan BNN melakukan sidak berkala ke sekolah-sekolah untuk mencegah peredaran narkoba sejak dini.

“BNN dan Pemkot perlu turun langsung melakukan inspeksi rutin. Jangan tunggu kasus muncul baru bergerak,” tuturnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Di sisi lain, Johari menilai pentingnya menguatkan pendidikan karakter dan spiritual bagi anak-anak agar mereka memiliki benteng moral yang kuat.

“Anak-anak harus didekatkan pada nilai-nilai religius sesuai ajaran agamanya. Ini penting sebagai fondasi agar mereka mampu menolak pengaruh negatif seperti narkoba,” jelasnya.

Johari menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa seluruh pihak—keluarga, sekolah, Pemkot, BNN, dan kepolisian—harus bergerak bersama. Tanpa kerja kolektif, Surabaya akan sulit terbebas dari ancaman narkoba yang mencederai masa depan generasi muda. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru