PSI Dorong Reformasi Total Pasar Surya: Perubahan Harus Terasa, Bukan Hanya Tercatat

bacasaja.id
Juru Bicara Fraksi PSI, Yuga Pratisabda Widyawasta

SURABAYA — Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap pengelolaan pasar tradisional yang bersih dan profesional, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungan penuh sekaligus kritik konstruktif atas perubahan status hukum Pasar Surya menjadi Perusahaan Perseroan Daerah. PSI menilai langkah ini hanya akan bermakna jika membawa perubahan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pedagang dan warga.

Juru Bicara Fraksi PSI, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyampaikan bahwa persoalan Pasar Surya bukan sekadar soal struktur hukum, melainkan soal keberanian membenahi tata kelola dari hulu ke hilir. Ia menegaskan warga Surabaya sudah terlalu lama bergantung pada pasar yang belum sepenuhnya dikelola secara transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.

Baca juga: Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum 

“Warga sudah lelah dengan perbaikan yang setengah hati. Status baru harus membawa budaya kerja baru, layanan baru, dan cara berpikir baru,” tegasnya.

PSI merinci empat agenda reformasi yang dinilai harus menjadi prioritas:

1. Akuntabilitas yang terukur dan transparan

Manajemen Pasar Surya harus menetapkan target kinerja yang jelas, realistis, dan bisa dievaluasi oleh publik.

2. Bersih-bersih internal tanpa kompromi

PSI menekankan perlunya tata kelola profesional dan penghentian praktik-praktik lama yang selama ini melemahkan kepercayaan pedagang.

3. Strategi bisnis konkret dan berpihak pada kenyamanan pengunjung

Pasar harus lebih nyaman, aman, dan bersih, sehingga menjadi ruang ekonomi yang sehat dan kompetitif.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Resmi Ketua DPRD Surabaya, PSI Berharap Jaga Sinergi dengan Pemkot

4. Penertiban pungli, parkir liar, dan percaloan lapak

PSI menyebut reformasi tidak akan berarti jika praktik “mafia kecil” di lapangan masih dibiarkan.

“Kalau pungli masih berjalan, calo lapak masih bebas, dan pedagang masih merasa ditekan, itu artinya perubahan hanya berhenti di atas kertas,” ujar Yuga.

Menurutnya, keberhasilan transformasi hanya dapat diukur dari satu hal: kesejahteraan pedagang dan kenyamanan warga dalam beraktivitas di pasar. Pasar yang tertata, aman, dan mampu meningkatkan omzet adalah bukti nyata bahwa reformasi benar-benar terjadi.

Baca juga: Sekretaris PSI Surabaya Kenang Sosok Edy Suratno: Ketua RT yang Selalu Pikirkan Warga

Menutup pernyataannya, Yuga kembali mengingatkan bahwa perubahan harus dapat dirasakan, bukan sekadar diumumkan. Ia menyampaikan pesan secara humanis melalui pantun:

Ke Pasar Surya beli ikan kembung,
Harganya pas bikin hati lega.
Yuga PSI bicara tegas dan sambung,
Perubahan itu harus nyata, bukan sekadar wacana.

PSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses transformasi Pasar Surya agar benar-benar membawa manfaat bagi pedagang kecil dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset daerah. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru