SURABAYA - Situasi pagi di kawasan Pasar Loak Dupak Rukun tampak seperti biasa: deretan pikap terparkir, para sopir bercakap sambil menunggu muatan. Namun suasana itu sedikit berbeda ketika petugas Unit Lantas Polsek Asemrowo datang menghampiri. Bukan untuk menindak, melainkan mengajak para sopir berbincang santai soal keselamatan berkendara.
Kehadiran polisi ini merupakan bagian dari sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2025. Alih-alih hanya memberi imbauan, petugas memilih mendekati para sopir dengan cara dialogis, mendengarkan keluhan mereka sekaligus menyampaikan pesan tertib lalu lintas.
Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur
Dalam pertemuan sederhana tersebut, petugas menekankan sejumlah hal yang kerap terabaikan, seperti pentingnya mengenakan sabuk pengaman, membawa kelengkapan surat kendaraan, hingga mematuhi rambu-rambu di tengah padatnya arus lalu lintas Surabaya. Tidak kalah penting, para sopir diminta rutin mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum beroperasi, terutama rem, lampu, dan ban.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengatakan bahwa menyampaikan edukasi langsung kepada para pengemudi memberikan efek yang lebih kuat.
“Dengan turun langsung, kami bisa memastikan pesan keselamatan benar-benar dipahami. Operasi Zebra tahun ini menyasar pelanggaran yang berpotensi membahayakan, baik bagi sopir sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Operasi Zebra Semeru 2025 berlangsung serentak selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Fokus utama operasi adalah menekan pelanggaran serta menurunkan angka kecelakaan yang masih menjadi tantangan di sejumlah titik rawan.
Baca juga: Penuh Kehangatan, Peringatan Hari Lansia di Kapas Madya Baru Diwarnai Aksi Sosial
Melalui pendekatan persuasif ini, Polsek Asemrowo berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh, terutama di kalangan pengemudi angkutan barang yang setiap hari bergelut dengan jalanan kota.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin suasana kamseltibcarlantas yang nyaman bisa dirasakan semua pengguna jalan,” tambah Iptu Suroto. (dims)
Editor : Redaksi