SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya menjadikan perayaan Natal sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Baca juga: Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam
Ketua DPD PSI Surabaya, Shobikin, menegaskan bahwa Natal bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat pentingnya nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Natal mengajarkan tentang cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat agar solidaritas dan toleransi terus terjaga,” ujar Shobikin.
Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur
Perayaan Natal tersebut dihadiri Dewan Pembina PSI Paulus Totok Lusida, perwakilan PC Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya, anggota legislatif PSI, serta seluruh pengurus dan kader PSI Surabaya. Kehadiran lintas tokoh dan organisasi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat kebinekaan dan persatuan.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor DPD PSI Surabaya berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Pendeta Ev. Calvin Renata, M.Div hadir sebagai pengkhotbah yang menambah suasana kerohanian melalui pesan-pesan reflektif tentang kasih, pengampunan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perayaan Natal ini juga dimeriahkan dengan berbagai tampilan seni dan budaya, termasuk musik samroh yang mengiringi rangkaian kegiatan. Kehadiran musik bernuansa Islami dalam perayaan Natal tersebut menjadi simbol nyata Bhineka Tunggal Ika, di mana perbedaan dirajut dalam semangat saling menghormati dan persaudaraan.
Shobikin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus terus dijaga.
“Indonesia berdiri di atas Bhineka Tunggal Ika. Ketika perbedaan dirawat dengan saling menghormati, maka persatuan dan solidaritas sosial akan semakin kokoh,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi