Volume Sampah Malam Tahun Baru 2026 di Surabaya Menurun Drastis Dari Tahun Sebelumnya

Reporter : Redaksi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto

SURABAYA - Kesadaran masyarakat Kota Surabaya akan pengelolaan sampah semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dibuktikan dengan penurunan volume sampah di malam tahun baru 2026 yang sangat signifikan dibandingkan dengan perayaan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengungkapkan bahwa timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru kali ini tidak sampai menyentuh angka 5 ton. Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan malam tahun baru 2025 yang mencapai 14 ton.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

Menurut Dedik, penurunan ini tidak lepas dari instruksi Wali Kota Surabaya yang meminta warga untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas rasa duka cita terhadap musibah bencana alam yang menimpa warga di wilayah Sumatera dan Aceh.

"Tahun ini volume sampah hasil kegiatan malam tahun baru jauh menurun. Tahun lalu kurang lebih 14 ton, tahun ini tidak sampai 5 ton. Aktivitas masyarakat di lapangan berkurang karena mengikuti imbauan Pak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk tidak mengadakan acara yang terlalu ramai sebagai bentuk empati bagi saudara kita di Sumatera," ujar Dedik Irianto dikutip Minggu (4/1/2026).

Meski secara keseluruhan menurun, DLH tetap melakukan pembersihan di beberapa titik pusat berkumpulnya massa, di antaranya kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, kawasan Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

Dedik menjelaskan bahwa sampah yang ditemukan didominasi oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan.

“Titik-titik tersebut memang menjadi tempat kumpul masyarakat, tapi volumenya tidak banyak. Imbauan pemerintah kota didengar dan dijalankan dengan baik oleh warga," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Wawali Armuji: Pancasila adalah Jangkar Moral Bangsa

Ia menjelaskan bahwa angka 5 ton tersebut merupakan sampah timbulan khusus dari kegiatan malam tahun baru saja, bukan total sampah harian Kota Surabaya.

"Yang 5 ton ini murni dari satu kegiatan malam tahun baru di jalanan dan ruang publik, tidak termasuk sampah rutin domestik yang ada di TPS-TPS. Jadi perbandingannya sangat jauh dan ini perkembangan yang positif bagi kebersihan Kota Pahlawan,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru