SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya membuka program beasiswa penghafal kitab suci bagi peserta didik jenjang TK, SD, dan SMP atau sederajat dari berbagai agama. Program ini menyiapkan kuota sebanyak 1.412 pelajar yang berasal dari enam agama resmi sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter sejak dini.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, beasiswa penghafal kitab suci merupakan bentuk penghargaan atas komitmen anak-anak dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan.
“Manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak,” ujar Ajeng.
Baca juga: Josiah Michael Desak Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Tepat Waktu, K3 dan Drainase Jadi Sorotan
Ia menilai, dukungan beasiswa ini tidak hanya memperkuat karakter, tetapi juga dapat menunjang prestasi akademik peserta didik. Dengan bantuan tersebut, anak-anak diharapkan dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ajeng berharap program ini mampu mendorong peserta didik meraih prestasi yang lebih baik pada jenjang pendidikan selanjutnya. “Ini bisa menjadi motivasi untuk prestasi ke depan,” katanya.
Baca juga: Air Surabaya Keruh dan Berbusa, DPRD Minta PAM Surya Sembada Bergerak Cepat
Meski demikian, Ajeng menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi program oleh Pemkot Surabaya. Ia menilai informasi mengenai beasiswa penghafal kitab suci masih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Sosialisasi perlu diperluas dan dilakukan lebih intensif, terutama melalui rumah-rumah ibadah agar dapat menjangkau calon pendaftar yang potensial,” ucapnya.
Baca juga: Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet
Selain itu, Ajeng juga mendorong agar anak-anak yatim piatu mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki kebutuhan yang lebih besar terhadap dukungan pendidikan.
Dengan penetapan prioritas yang tepat, Ajeng berharap beasiswa penghafal kitab suci dapat membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim piatu. “Yatim piatu perlu menjadi prioritas,” tandasnya. (dims)
Editor : Redaksi