Surabaya – DPRD Surabaya menegaskan komitmennya mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada warga kurang mampu. Salah satunya melalui dukungan terhadap pelibatan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana yang digagas Pemerintah Kota Surabaya.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PKB, Ais Shafiyah Asfar, B.Sc., M.A., menilai kebijakan tersebut membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Baca juga: Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan
“Tidak semua anak dari keluarga miskin bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan melibatkan PTS, kesempatan mereka untuk menjadi sarjana semakin besar,” ujar Ning Ais, Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Desak Spa di HR Muhammad Ditutup Permanen
Menurutnya, banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu tersebar di PTS, namun kerap menghadapi kendala biaya kuliah. Karena itu, bantuan UKT dari Pemkot Surabaya bagi mahasiswa Desil 1 hingga 5 dinilai sebagai langkah konkret yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat melalui audiensi antara Wali Kota Eri Cahyadi dan ABP-PTSI Jawa Timur di rumah dinas wali kota. Kerja sama ini tidak hanya mencakup beasiswa, tetapi juga KKN dan pendampingan mahasiswa setelah lulus.
Baca juga: Refleksi HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Soroti Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, dan Hunian Layak
Ning Ais menekankan pentingnya pendataan yang akurat serta pengawasan berkelanjutan agar program tepat sasaran. Ia memastikan DPRD Surabaya, khususnya Komisi D, akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan warga Surabaya. (dims)
Editor : Redaksi