BACASAJA.ID - Setelah melakukan pengecekan di lapangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik memastikan semburan cairan di Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar bukan jenis limbah kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).
Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran dan Pengendalian Limbah DLH Kabupaten Gresik Bahtiar Gunawan mengatakan air semburan yang berwarna coklat itu bercampur dengan minyak dipastikan bersumber dari pengeboran proyek pipa PDAM, dan bukan limbah cair.
Baca juga: “Sunan Giri Corner” Hadir di Museum Gresik, Angkat Jejak Dakwah Wali Songo
“Itu bukan limbah, tapi cairan jenis gel yang digunakan dan tidak membahayakan lingkungan,” ungkap Bahtiar, Sabtu (20/3/2021).
BACA JUGA:Proyek Air Rp 618 M Disoal Warga, PDAM Gresik Tolak Beri Kompensasi
Kemudian Bahtiar menjelaskan semburan air itu bersumber dari pipa air saluran proyek PDAM di sekitar tempat kejadian yang berjarak 10 Meter dari lokasi.
Baca juga: Dukung Program Presiden Lingkungan Bersih dan Asri, 43 Bangunan Liar di Driyorejo Dibongkar
“Tadi anggota sudah cek ke sumber semburan, cairan itu bersumber dari proyek dari PDAM,” ujarnya melalui telepon.
BACA JUGA:Luberan Air Bercampur Minyak di Manyar Gresik Diduga Limbah B3
Sebelumnya diberitakan, warga RT 4 RW 2 Desa Roomo Meduran Kecamatan Manyar, Gresik dibuat kebingungan oleh cairan pekat yang keluar dari asal di Jalan Raya Roomo No 248. Warga menduga cairan itu adalah polutan limbah yang berasal dari kawasan industri sekitar.
Genangan cairan itu mengaliri jalan raya meluber dialihkan ke lubang selokan sejak Jumat (19/3/2021) pagi. Cairan bercampur minyak itu berwarna coklat, keluar sisa busa kecil putih dari semburan yang belum diketahui milik siapa sumberan pipa diduga limbah B3 itu. (TBK)
Editor : Redaksi