BACASAJA.ID-Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng semakin lama semakin sesak. Sejak tahun 2012, rutan yang hanya berkapasitas 504 narapidana itu kini mengalami overkapasitas hingga hampir 400 persen. Hingga 13 April 2021, jumlah penghuni Rutan Medaeng mencapai 1.935 orang.
Melihat overloadnya Rutan Medaeng Kementrian di bawah kepemimpinan Yasonna Hamonangan Laoly mencari solusi. Kanwil Kumham Jatim pun mengusulkan penataan ulang kompleks Rutan Medaeng.
Rencananya, Rutan seluas 1,5 hektare itu rencananya akan diperluas hingga 2,2 hektare. Perluasan itu akan berdampak pada penataan ulang rumah dinas pejabat yang berada di sisi utara rutan. Baik rumah dinas Karutan maupun rumah dinas Kadiv Pemasyarakatan.
“Posisi rumah dinas rencananya akan digeser ke depan (sisi barat) rutan,” ujar Kepala Rutan Medaeng, Wahyu Hendrajati, Kamis (15/4/2021).
Di hadapan Kakanwil Kumham Jatim Krismono, Hendrajati memaparkan rencana pihaknya melakukan penataan ulang kompleks rutan.
Dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Law and Human Rights Centre itu, dihadiri pula Kadiv Pemasyarakatan Hanibal, Kadiv Administrasi Indah Rahayuningsih dan para pejabat administrasi.
Hendrajati menerangkan ada tiga hal mendasar kenapa Rutan Medaeng perlu perluasan lahan dan bangunan. Kondisi overcrowded yang terjadi dapat meningkatkan risiko gangguan keamanan.
Sejak tahun 2012, rutan yang berkapasita ‘hanya’ 504 orang itu selalu mengalami overkapasitas di atas 300%. Bahkan pada 2019, Rutan Medaeng pernah diisi hingga 2.855 orang atau overkapasitas mencapai 566%.
Baca juga: Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam
Hingga, 13 April 2021, jumlah penghuni di Rutan Medaeng mencapai 1935 orang. “Ini angka yang sangat tinggi, sehingga pelayanan kami kurang optimal,” urainya dikutip dari laman resmi Kominfo Jatim.
Padahal pihaknya juga ingin memberikan layanan yang prima kepada WBP. “Dan yang paling utama menurut kami adalah karena Rutan Medaeng harus menjadi rutan yang ramah HAM dan memanusiakan manusia,” tuturnya.
Selain overcrowded, ternyata Rutan Medaeng juga terdampak banjir, terutama saat musim hujan. Sehingga bila malam hari, sebagian besar bangunan terendam air. WBP-pun tidak bisa tidur karena harus menunggu air surut.
Untuk mengurangi tingkat stress penghuni, lanjut Hendrajati, pihaknya menggiatkan kontrol keliling secara rutin dan menggunakan pendekatan persuasif. " Kami selalu menekankan kepada jajaran untuk menjaga dan mengedepankan etika kesopanan kepada seluruh WBP,” terangnya.
Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur
Menanggapi hal tersebut Kakanwil menyambut baik adanya proses penataan ulang Rutan Medaeng. Menurutnya, rencana ini memang harus diperjuangkan bersama karena kondisi sudah cukup mendesak.
Agar rencana ini berjalan dengan maksimal, kakanwil menegaskan bahwa pihaknya akan mensupport karutan untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan para pihak terkait. Khususnya kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kakanwil juga memberi masukan agar Lokasi Rutan Medaeng nantinya bisa menghadap utara dan tidak lebih rendah dari jalan raya. “Minimal sejajar dengan jalan raya,” ujarnya. (int/bsi)
Editor : Redaksi