Ribuan Kendaraan di Jembatan Suramadu Terjaring Swab Antigen

bacasaja.id
Petugas melakukan swab antigen pada pengendara dari arah Bangkalan Madura

BACASAJA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendadak melakukan penyekatan dari arah kedatangan Kabupaten Bangkalan menuju Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita, Kepala BP Linmas Irvan Widiyanto, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum.

Baca juga: Warga Barata Jaya Surabaya Tolak Toko Miras Spiritshaus, Ancam Gelar Aksi Demo

"Ayo berehenti dulu, semuanya wajib swab test antigen dulu," teriak Wali Kota Surabaya, Ero Cahyadi, Minggu (6/6/2021).

Para pengendara langsung di swab test antigen ditempat dan baru bisa melanjutkan perjalanan jika mendapat hasil negatif Covid - 19. Eri Cahyadi juga tampak terus menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dan Bupati Kabupaten Bangkalan untuk berkoordinasi.

Dia meminta kepada Dinkes Bangkalan agar meminta para warga Madura yang hendak masuk ke Kota Surabaya harus melakukan swab test. Baik itu mandiri atau disediakan oleh Dinkes.

"Ini juga harus ada pemeriksaan untuk warga yang mau masuk ke Kota Surabaya, jadi biar tidak ada penumpukan di Suramadu," ucapnya.

Baca juga: Umbul Dungo dan Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro, Keluarga Kenang Mbah Roekoen Rekso Mulyo Lewat Doa dan Budaya Jawa

Dari hasil pantaun, terjadi kemacetan panjang dari arah Kabupaten Bangkalan menuju Kota Surabaya. Tah hanya itu, puluhan warga yang hendak melakukan swab antigen pun juga berjubel dibeberapa meja yang disediakan oleh Dinkes Kota Surabaya.

Semua pengendara diminta untuk menunjukkan KTP sebelum melakukan swab test dan akan dikembalikan usai mendapat hasil negatif.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jawa Timur ( Dinkes Jatim), membenarkan kabar ditutupnya sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), RSUD di Bangkalan, Madura pada Sabtu, 5 Juni 2021 kemarin.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Kuliner Malam Kedungdoro-Genteng Sesuai SK, Fungsi Jalan Tetap Dijaga

Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana mengatakan, penutupan layanan IGD tersebut dikarenakan beberapa tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, dinyatakan positif Covid-19.

“Direktur RSnya (mengatakan) karena ada yang dokter spesialis radiology yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif,” kata Herlin.

Akan tetapi, Herlin belum bisa mengungkapkan jumlah tenaga kesehatan di Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang akhirnya berdampak pada ditutupnya sementara IGD RSUD setempat. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru