Kabar Duka, Putra Mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Akbar Bram Mahaputra, Meninggal Dunia pada Usia 30 Tahun usai Positif Covid -19

bacasaja.id
Prosesi pemakaman.

BACASAJA.ID - Berita duka datang dari mantan Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono. Putra keduanya meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Akbar Bram Mahaputra, putra keduanya, meninggal dunia pada usia 30 tahun. Bram, sapaan akrabnya, meninggal setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya pada Sabtu (31/7/2021) pagi.

Baca juga: PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Mantan Wali Kota Surabaya periode 2002-2005 dan 2005-2010 ini kemudian meminta doa agar Bram diampuni dosanya.

"Mohon dimaafkan atas segala salah dan apabila ada tanggungan utang mohon disampaikan kepada kami," kata Bambang melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Syukur Awaludin mengatakan, jenazah Bram dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

Syukur mengatakan bahwa Akbar Bram Mahaputra meninggal dunia pada pukul 04.50 WIB, setelah dua pekan lebih menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.

Bram dikabarkan terinfeksi COvid-19 setelah Ibunya, Dyah Katarina yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Surabaya terinfeksi terlebih dulu.

Setelah Dyah, Bambang juga sempat terkonfirmasi Covid-19. Keduanya kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

Keduanya dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina selama dua pekan. Selain Covid-19, Bram juga diketahui memiliki sakit lambung. Bahkan, Bram sempat menolak dirawat di Rumah Sakit dan isolasi mandiri.

"Waktu sudah mulai ada gejala Bram tidak mau dirawat di rumah sakit, melainkan dirawat sendiri di rumah. Namun karena asam lambungnya naik sehingga langsung dilarikan ke RS Husada Utama," pungkasnya. (byta/rg4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru