Dampak Positif PPKM, Gubernur Khofifah Ungkap Tingkat Keterisian Bed di RS Jatim Menurun

bacasaja.id
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

BACASAJA.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, bahwa pemberlakuan PPKM berlevel yang terus diperpanjang juga berdampak signifikan pada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian bed di rumah sakit.

Utamanya untuk BOR isolasi rumah sakit maupun rumah sakit darurat, serta rumah karantina telah berada di bawah standar WHO yaitu di bawah 60%.

Baca juga: Kabar Baik! Pemprov Jatim Bagi-bagi Bansos Rp 27 Miliar, Ini Target Gubernur Khofifah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Prov. Jatim, bila dibandingkan dengan awal PPKM 3 Juli hingga 9 Agustus 2021 kondisi BOR isolasi RS di Jatim turun dari 81% menjadi 59%.

Kemudian, untuk BOR RS Darurat dari 69% menjadi 49% atau turun 20%, dan BOR rumah isolasi turun menjadi 38�ri yang sebelumnya 50%. Sedangkan untuk ICU penurunan BORnya dari sebelumnya 78% menjadi 73%.

Baca juga: Gubernur Khofifah : Rp33,2 Triliun untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur

"Signifikansi PPKM ini juga terlihat dari tingkat penurunan BOR di RS, saat ini baik untuk isolasi, RS Darurat, maupun rumah karantina sudah turun di bawah standar WHO 60%," ungkap Khofifah, Rabu, (11/8/2021).

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, juga terus berupaya melakukan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN, jumlah orang yang divaksin dosis pertama dan kedua di Jatim menempati posisi cukup tinggi di Indonesia.

Baca juga: Gubernur Khofifah : Pilar Sosial Ikut Turunkan Kemiskinan Ekstrem di Jatim

Untuk vaksin dosis pertama, jumlah orang yang divaksin di Jatim mencapai 7.960.752 orang atau sekitar 25,01�ri target sasaran. Sedangkan jumlah orang yang telah divaksin untuk dosis kedua di Jatim sebanyak 3.619.554 orang, setara 11,37�ri target sasaran.

"Kembali saya sampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jatim yang telah menerapkan 5M dengan baik, harapannya tetap dipertahankan sehingga level resiko daerah yang masuk zona level bisa semakin turun lagi," pungkas Gubernur Khofifah. (byta/rg4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru