Kendarai Sepeda Motor, Eri Cahyadi Cek Simulasi PTM Hari Pertama

bacasaja.id
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat hendak mengendarai sepeda motor.

BACASAJA.ID - Sambil berkeliling Kota Surabaya mengendarai sepeda motor, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan pengecekan pada simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama, Senin (6/9/2021).

Wali Kota Sirabaya, Eri Cahyadi tiba di SMP 17 Agustus 1945, Jalan Nginden Semolo Kota Surabaya langsung melakukan pengecekan di ruang kelas 9.

Baca juga: Surabaya Jadi Pilot Project Data Pembangunan Nasional, Mendagri Apresiasi Langkah Wali Kota Eri

Eri juga meninjau dengan seksama pelaksanaan simulasi PTM dan menyapa para siswa, baik yang mengikuti pembelajaran luring maupun pembelajaran daring.

Eri juga memberikan motivasi semangat tetap belajar kepada para murid agar menjadi calon pemimpin di masa depan. Mereka antusias mengutarakan perasaannya saat melaksanakan PTM terbatas.

"Tinjauan ke sekolah untuk memastikan proses berjalan sesuai asesmen Inmendagri," kata Eri, Senin (6/9/2021).

Tampak Epidemiolog Unair, Prof. Windh Purnomo juga mendampingi Wali Kota Surabaya. Dia mengatakan, bahwa Kota Surabaya sudah masuk pada level 2 dengan positivity rate 1,6 persen.

"Dengannya cepat, tidak sampai seminggu dari )evel 3 ke 2. Kalau aman, ya aman tapi harus terus, pak wali bilang jangan euforia. Harus waspada dnegan prokes. Kami berharap bisa langsung Level 1 atau bahkan 0," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Eri Apresiasi Charity Spectra & Open Air SMPN 1 Surabaya

"Kalau mau kerjasama semua memerangi virus ya bisalah kita semua. Melihat pak wali begitu semangat, maka InshaAllah kita bisa terkendali. Sangat membaik. Jangan turun lagi karena euforia," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 17 Agustus 1945 Kota Surabaya, Wiwik Wahyuningsih menjelaskan, bahwa simulasi ini diperhatikan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Baca juga: Anggaran Besar, Ketua DPRD Minta Eri-Armuji Fokus Bereskan Banjir di Surabaya

"Sudah simulasi di bawah Dispendik. Tidak mudah memang. Komitmen orang tua juga harus sanggup antar jemput. Dari sekolah disini kesulitan adalah komitmen anak-anak dan orang tua," terangnya.

Untuk menjaga agar tidak timbul kerumunan di lingkungngan sekolah, Wiwik mengaku semua HT wajib membawa HT sebagai alat komunikasi saat memantau para siswa.

"Semua guru bawa HT komunikasi. Kami siapkaj dokter dari Poliklinik Untag untuk membantu bila kedapatan ada murid yang memiliki gejala saat sedang PTM. Kami mengawasi semuanya agar tidak ada cela paparan Covid-19," tandasnya. (BYT/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru