BACASAJA.ID - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo meminta masyarakat mewaspadai varian Omnicron. Pasalnya varian ini sudah ditemukan di Jawa Timur.
Maryoto mengatakan varian Omnicron bisa dicegah dengan penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Tandatangani NPHD Untuk KPU dan Bawaslu
"Tiga T tetap kita laksanakan, tracing, testing dan treathment," jelas Maryoto.
Varian Omnicron masuk ke Jawa Timur melalui pelancong atau pelaku perjalanan dari luar negeri.
Salah satunya dari PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang pulang dari luar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso jelaskan pihaknya kesulitan memantau kepulangan PMI.
Dirinya berdalih PMI bisa pulang secara mandiri setelah menjalani isolasi selama 8 hari di Provinsi.
Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur memantau kepulangan PMI.
Baca juga: Lelang Perdana Kendaraan Pemkab Tulungagung, Ambulans Sepi Peminat RX King Paling Diminati
"Apalagi Bandara Juanda dibuka untuk kepulangan PMI, pemulangan PMI ditangani langsung oleh Disnaker Provinsi dan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia)," jelasnya.
Dari provinsi, PMI bisa pulang secara mandiri, tak lagi difasilitasi oleh Kabupaten, sehingga menyulitkan Disnaker Kabupaten Tulungagung memantau kepulangan PMI.
Pihaknya bakal meminta daftar PMI yang pulang ke Tulungagung.
"Kita juga enggak tahu, berapa yang pulang," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Mulai Lelang Kendaraan Bermotornya
Jika data tersedia atau diberikan oleh Disnaker Provinsi, pihaknya bakal membuat aplikasi untuk memantau PMI yang pulang ke Tulungagung.
Sebagai gambaran, pada libur hari raya 2020, dalam sebulan ada 2 ribu PMI yang pulang ke Tulungagung.
Pengawasan akan menggandeng pemerintah desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi