5,3% Balita di Kota Blitar Diketahui alami Stunting, Dinas Kesehatan Optimalkan Upaya Pencegahan

bacasaja.id
Ilustrasi.

BACASAJA.ID - Penanganan kasus stunting di Kota Blitar menjadi salah satu fokus kerja Dinas Kesehatan. Berbagai upaya dilakukan, untuk mendukung upaya Pemerintah Pusat menurunkan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

Mohammad Agus Sabtoni, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Blitar mengatakan sesuai data 2021, tercatat ada 416 balita mengalami stunting. Jika diprosentasekan, sebanyak 5,3 �ri seluruh balita di Kota Blitar mengalami stunting.

Baca juga: Pemkot Surabaya Targetkan Tidak Ada Kasus Stunting Baru di 2027, Diseminasi Audit Kasus Jadi Kunci Intervensi 2026

Agus mengaku telah melakukan beberapa upaya untuk menekan kasus stunting tersebut.

Baca juga: Aplikasi Sayang Warga dan Kolaborasi Kuat Surabaya Tekan Stunting Drastis

Di antaranya rencana aksi konfergensi dengan melakukan analisa situasi, mendata kondisi balita serta melakukan Intervensi spesifik dengan mendata dan menggali data kondisi ibu saat hamil, intervensi sensitif dengan mendata kondisi lingkungan balita, mulai dari sanitasi, kualitas air, kondisi ekonomi serta ketahanan pangan Keluarga Balita.

“Ada beberapa langkah yang kita lakukan, salah satunya Intervensi Spesifik dan Densitif,” terang Agus, dikutip Rabu (2/2/2022)

Baca juga: Pemkot Surabaya Tingkatkan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting Melalui AWS

Agus menambahkan dalam penanganan kasus stunting ini, pihaknya juga memberdayakan keberadaan kader posyandu. Setiap minggu, dinas setempat rurin memberikan penyuluhan kesehatan via Whatsapp untuk 1160 kader posyandu. (BLI/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru