BACASAJA.ID - Angka keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occcupancy Rate (BOR) di DKI Jakarta sudah mencapai 45 persen akibat varian Omicron.
Untuk itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendorong pemerintah harus memperbanyak tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 yang tertular varian Omicron.
Baca juga: Perluas Penerima Manfaat, Sosialisasi Program MBG di Gelar di Desa Plandirejo Blitar
“Harus disikapi pemerintah dengan segera memperbanyak tempat isolasi terpusat. Hal ini penting agar BOR faskes di ibu kota tetap terkendali, sehingga faskes tetap bisa melakukan pelayanan kesehatan yang optimal, dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Charles, dikutip Rabu (2/2/2022).
Charles mengutip data yang menjabarkan pasien Covid-19 dirawat di RS wilayah DKI Jakarta, mayoritas bergejala sedang (51 persen) dan ringan (38 persen).
Baca juga: Anggota DPR RI Nurhadi Sebut Pemeratan Program MBG di Sekolah Berjalan Baik di Kediri
“Sehingga masih didominasinya BOR faskes di Jakarta oleh pasien gejala sedang dan ringan, bisa dipahami mengingat banyak warga ibu kota yang tidak punya tempat isolasi mandiri di rumahnya, dan juga banyak yang khawatir jika isolasi tidak diawasi tenaga medis bisa berakibat fatal,” kata politisi PDI-Perjuangan tersebut.
Lebih lanjut Charles mengatakan, isolasi terpusat di Jakarta penting diperbanyak untuk menampung pasien gejala sedang dan ringan yang tidak punya tempat isolasi mandiri, dan yang khawatir mengalami perburukan.
Baca juga: Sosialisasi MBG di Kediri Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting
“Sebab, pasien di tempat isolasi terpusat akan dipantau secara intensif oleh tenaga medis. Dengan isolasi terpusat bagi pasien gejala sedang dan ringan, tempat tidur di faskes tetap tersedia bagi pasien gejala berat dan kritis,” ungkap legislator dapil DKI Jakarta III itu. (PAR/RG4)
Editor : Redaksi