Pasutri Lansia di Surabaya Tertipu Rp171 Miliar, Kok Bisa? Begini Ceritanya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

i

SURABAYA - Sidang lanjutan kasus penggelapan investasi bodong dengan terdakwa Greddy Harnando dan Indah Catur Agustin digelar di Pengadilan Negeri Surabaya

Sidang kali ini menghadirkan pasangan suami istri lansia, Lisawati dan Heru Kuncoro, sebagai saksi korban yang mengakui bahwa mereka dijanjikan keuntungan besar dari investasi di bisnis tekstil milik terdakwa di PT Garda Tamatek Indonesia.

Pasangan lansia berusia 71 tahun tersebut mengungkapkan bahwa mereka mengenal para terdakwa sejak tahun 2020 melalui teman terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Lisawati mengungkapkan bahwa mereka dijanjikan bagi hasil keuntungan jika menginvestasikan dana mereka di usaha tekstil terdakwa, PT Garda Tamatek Indonesia.

Rinciannya adalah bagi hasil sebesar 1 persen pada bulan pertama, dan 1 persen ditambah 3 persen dari nilai investasi pokok di bulan berikutnya.

Dengan janji keuntungan tersebut, korban pun menginvestasikan total sebesar Rp171 miliar 750 juta secara bertahap.

Namun, kenyataannya, hingga saat ini korban tidak pernah menerima keuntungan atau pengembalian dana investasi yang telah disetorkan.

Lisawati juga menjelaskan bahwa uang yang diinvestasikan merupakan hasil kerja kerasnya sejak muda, ditambah dana titipan dari anggota keluarganya.

Dengan wajah penuh harap, ia menyatakan bahwa dana tersebut sangat penting bagi keluarganya, dan berharap agar kedua terdakwa mendapat hukuman yang setimpal serta uangnya dapat kembali.

Menurut kuasa hukum korban, Martin Suryana, keterangan yang diberikan oleh saksi dalam persidangan telah sesuai dengan yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Ia juga menambahkan bahwa audit dalam perkara ini tidak diwajibkan karena semua bukti sudah jelas.

"Kerugian sudah jelas, arus uang sudah jelas maka tidak diwajibkan kecuali untuk pidana tertentu." ungkapnya dilansir dari JTV, Kamis (3/10/2024).

Jaksa Penuntut Umum, Agus Budiarto, mendakwa Greddy Harnando dan Indah Catur Agustin, yang merupakan komisaris dan direktur PT Garda Tamatek Indonesia, dengan pasal penipuan dan penggelapan investasi.

Mereka menjanjikan keuntungan sebesar 1 persen pada bulan pertama dan tambahan 3 persen pada bulan kedua, serta pengembalian dana pokok investasi.

Selain itu, kedua terdakwa diketahui telah membuat purchase order (PO) fiktif dari brand ternama untuk meyakinkan para investor bahwa bisnis tersebut berjalan dengan baik, padahal PO tersebut hanyalah tipuan.

Kasus ini mencuat setelah korban menyadari bahwa janji keuntungan dan PO yang ditampilkan oleh para terdakwa tidak pernah terwujud.

Investasi bodong ini tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga menghancurkan kepercayaan mereka terhadap peluang investasi yang sebelumnya dianggap menguntungkan.(JTV)

Berita Terbaru

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Jamin Perjalanan Aman dan Selamat, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Cek Menyeluruh Kendaraan dan Kesehatan Supir

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 21:05 WIB

POLDA SULBAR - Memastikan setiap penumpang berangkat dengan aman dan pulang dengan selamat, Polda Sulbar bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja…

Deni Wicaksono Desak Keberpihakan Anggaran Riset Jatim, Perda Ditargetkan Rampung 2026

Deni Wicaksono Desak Keberpihakan Anggaran Riset Jatim, Perda Ditargetkan Rampung 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 20:35 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 20:35 WIB

SURABAYA – Pengembangan riset dan inovasi di Jawa Timur dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah provinsi. Minimnya dukungan anggaran menjadi s…

Stay.vie Dinoyo Prime Hadirkan Konsep Pernikahan Praktis, Tiga Venue dan Paket Lengkap dalam Satu Lokasi

Stay.vie Dinoyo Prime Hadirkan Konsep Pernikahan Praktis, Tiga Venue dan Paket Lengkap dalam Satu Lokasi

Sabtu, 31 Okt 2026 15:33 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:33 WIB

SURABAYA, BacaSaja.id – Mempersiapkan pernikahan bukan perkara sederhana. Selain menentukan konsep acara, calon pengantin juga harus mengatur berbagai k…

Resmob Polda Sulbar Sisir Tiga TKP Curanmor di Mamuju, Penyelidikan Ditingkatkan

Resmob Polda Sulbar Sisir Tiga TKP Curanmor di Mamuju, Penyelidikan Ditingkatkan

Sabtu, 31 Okt 2026 15:10 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:10 WIB

MAMUJU – Tim Opsnal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Barat bergerak melakukan penyelidikan kasus pencurian kendaraan bermotor (…

Subuh Keliling, Polda Sulbar Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Subuh Keliling, Polda Sulbar Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Sabtu, 31 Okt 2026 10:31 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 10:31 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto, kembali melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling), didampingi para Pejabat Utama dan personel…

Polda Sulbar Perkuat Kepercayaan Publik, Penegakan Hukum dan Pelayanan Humanis Berjalan Beriringan

Polda Sulbar Perkuat Kepercayaan Publik, Penegakan Hukum dan Pelayanan Humanis Berjalan Beriringan

Sabtu, 31 Okt 2026 08:34 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 08:34 WIB

POLDA SULBAR– Kinerja Polda Sulawesi Barat beserta jajaran dalam sepekan terakhir menunjukkan upaya penguatan pelaksanaan tugas kepolisian melalui penegakan h…

Operasi Patuh Marano 2026, Ditlantas Polda Sulbar Terobos Pelosok Desa dengan Program Pelayanan SIM

Operasi Patuh Marano 2026, Ditlantas Polda Sulbar Terobos Pelosok Desa dengan Program Pelayanan SIM

Sabtu, 31 Okt 2026 08:26 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 08:26 WIB

POLDA SULBAR– Terobosan humanis dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat dalam gelaran Operasi Patuh Marano 2026. Demi menjangkau m…

KPK Tetapkan Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

KPK Tetapkan Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Jumat, 30 Okt 2026 20:57 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 20:57 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor, pegawai DJBC, sebagai tersangka baru. Ia ditetapkan dalam pengembangan …

Roadshow Film Piye To Kih? Sampai di Nganjuk, Bersatunya Tawa dan Kesedihan

Roadshow Film Piye To Kih? Sampai di Nganjuk, Bersatunya Tawa dan Kesedihan

Jumat, 30 Okt 2026 19:00 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:00 WIB

Sutradara hingga para pemeran film Piye To Kih menyapa penonton di Nganjuk.…

Tertibkan 35 PKL Embong Blimbing, Pemkot Surabaya Siapkan Relokasi agar Pedagang Tetap Berjualan

Tertibkan 35 PKL Embong Blimbing, Pemkot Surabaya Siapkan Relokasi agar Pedagang Tetap Berjualan

Jumat, 30 Okt 2026 14:22 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:22 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 35 bangunan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan…