Cak Ta'in: Kebijakan Pemko Batam Perobohan Semua Reklame itu Ngawur, Bertindak Tanpa Kajian

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Batam Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra
Walikota Batam Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra

i

BATAM - Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta'in Komari menilai kebijakan merobohkan semua bangunan reklame di Kota Batam yang dilakukan Walikota Batam Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra itu sebagai tindakan ngawur. Seluruh bangunan reklame di wilayah Batam Kota lebih dari 1.000 titik telah ditumbangkan tim Pemko dan BP Batam. Sasaran perobohan selanjutnya ke wilayah Lubuk Baja. Dua wilayah yang paling produktif untuk bisnis reklame selama ini.

Amsakar-Claudia sendiri sudah mempresentasikan kebijakan tersebut pada hearing dengan Komisi 6 DPR RI pekan lalu. Dikatakan Amsakar bahwa penertiban dan penataan reklame dengan melakukan perubahan menjadi videotron diperkirakan akan meningkatkan pendapatan daerah dari hanya Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar setahun.

Amsakar juga menegaskan telah menumbangkan semua reklame baik ilegal maupun berijin namun tidak sesuai kebijakannya. Meski faktanya ada beberapa bangunan reklame masih berdiri seperti punya BI sisi kanan pintu masuk ke kantor PLN Batam, banguna reklame BTN Batam Center dan bangunan reklame milik Pertamina.

"Ada beberapa pernyataan Amsakar-Claudia terkait penertiban dan penataan reklame itu yang perlu dikoreksi dan ditanggapi. Pertama soal ditumbangkan semua bangunan reklame ilegal maupun berijin tapi tidak sesuai. Bagaimana ada titik reklame berijin tapi tidak sesuai? Faktanya semua bangunan reklame ditumbangkan. Begitu juga rencana perubahan dari reklame billboard ke videotron bakal menaikkan pendapatan dari Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar. Berdasarkan apa hitungan tersebut, apa sudah ada kajiannya dan masterplan penataannya?" kata Cak Ta'in kepada media Rabu (16/7)

Menurut Cak Ta'in, pernyataan Amsakar depan Komisi 6 DPR itu asal bunyi dan ngawur. Pihaknya siap berdebat dengan Pemko Batam kalau soal reklame itu. "Seharusnya sebagai pemimpin setiap pernyataannya dilandasi pemikiran akademis dan didahului sebuah kajian, sehingga tidak berkesan ngawur dan asbun," ujarnya.

Menghilangkan reklame billboard lalu mengganti dengan videotron itu referensinya kota mana di Indonesia, bahkan kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung dan lainnya tetap berdiri reklame billboard dan hanya beberapa titik reklame videotron yang secara pencahayaan juga bisa mengganggu pengguna jalan. Makanya penting sebelum bertindak melakukan kajian secara komprehensif sehingga kebijakan yang diambil tidak salah langkah apalagi salah kaprah.

"Kalau soal rendahnya pendapatan daerah dari sektor reklame, kenapa tidak tidak pelajari lebih detail terlebih dahulu. Apa dan dii mana masalah nya? Kalau perlu dilakukan survey soal potensi pendapatan daerah tersebut, dan hasilnya dipublikasikan secara terbuka. Tidak seperti selama ini, hasil survei dan kajian soal pendapatan daerah yang selalu disembunyikan," terangnya.

Cak Ta'in menegaskan pihaknya akan terus menginventarisir data dan informasi soal pendapatan reklame yang realistis. Apakah informasi dan data yang disampaikan Dispenda Batam itu sesuai fakta atau ada rekayasa. "Semua potensi pendapatan daerah itu hampir semua termanipulasi angkanya, baik itu dari reklame, parkir, sampai pajak hotel dan restoran.

"Pemko Batam itu sejak dulu sudah diminta untuk buat sistem pajak dan retribusi secara online, tapi tidak dijalankan hingga saat ini. Mengapa? Ya sebab kalau online, peluang untuk manipulasi kecil. Harusnya kan pendapatan daerah bisa dimaksimalkan," jelasnya.

Untuk itu, Cak Ta'in menyerukan agar Amsakar-Claudia menghentikan tindakan perobohan reklame billboard yang sudah mengarah ke wilayah Lubuk Baja, dengan melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu, termasuk menyusun masterplan penataannya.

"Jangan asal terkesan tegas tapi tidak jelas landasannya. Para pengusaha advertising bukan tidak berani melawan, tapi tidak mau. Mereka masih menahan diri semua, termasuk menyimpan data-data pembayaran pajak reklame dan nilai kerugian real yang mereka alami akibat perobahan oleh tim pemko tersebut. Ini soal waktu pasti akhirnya akan buka-bukaan kalau Pemko tetap ngotot merobohkan semua reklame billboard se-Kota Batam." pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…