SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Wirakusuma, mengungkapkan banyak warga yang menyampaikan keluhan terkait sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK saat dirinya menggelar jaring aspirasi masyarakat.
Menurut William, sistem zonasi yang berlaku saat ini dinilai belum sepenuhnya adil, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan kota atau jauh dari sekolah negeri.
“Banyak orang tua mengeluhkan anaknya kesulitan masuk sekolah negeri karena keterbatasan kuota zonasi. Mereka berharap pemerintah provinsi mengevaluasi sistem ini agar lebih fleksibel dan memberi kesempatan yang sama bagi semua,” ujar William.
Politisi muda PSI ini menegaskan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Surabaya. Ia berharap pemkot bisa meneruskan masukan ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat kewenangan pengelolaan SMA/SMK berada di tingkat provinsi.
Selain evaluasi zonasi, William juga mendorong pembangunan sekolah negeri baru di wilayah padat penduduk agar daya tampung pendidikan lebih merata.
“Jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah hanya karena persoalan jarak atau zonasi. Pemerintah perlu menambah fasilitas pendidikan agar setiap anak di Surabaya bisa bersekolah di tempat yang layak dan dekat dengan rumahnya,” tegasnya. (dims)
Editor : Redaksi