Dugaan Pertalite Campur Air, DPRD Jatim Minta Pemerintah Jangan Hanya Reaktif

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari

i

SURABAYA - Keluhan motor brebet dan mogok yang diduga akibat Pertalite campur air atau etanol masih menjadi perhatian masyarakat Jawa Timur. Semula keluhan mencuat dari Bojonegoro dan Tuban, lalu meluas ke berbagai daerah, termasuk Surabaya dan Sidoarjo.

Akibatnya, sejumlah bengkel ramai didatangi warga yang motornya mendadak bermasalah setelah pengisian bahan bakar.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, mendesak pemerintah provinsi bersama pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menilai, munculnya keluhan serentak ini tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut hajat hidup masyarakat pengguna kendaraan bermotor.

“Kami mendorong agar pemerintah provinsi dan instansi terkait, baik Pertamina Regional Jatim maupun Dinas ESDM, membuka saluran pengaduan yang mudah dan responsif bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Harisandi dikutip dari laman resmi fraksipksjatim.id, Sabtu 1 November 2025.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim ini menegaskan pentingnya pencatatan sistematis terhadap laporan keluhan serta pengambilan sampel BBM di lapangan untuk memastikan mutu bahan bakar yang beredar.

Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam merespons keresahan publik yang kian meluas.

“Setiap laporan keluhan motor brebet setelah isi Pertalite harus dicatat secara sistematis, dan dilakukan sampling BBM di lapangan. Ini merupakan upaya merespons keluhan publik secara serius,” tegasnya.

Selain itu, Harisandi juga meminta agar pemerintah tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif melakukan edukasi kepada masyarakat pengguna kendaraan, khususnya ojek online dan pengendara motor tentang cara mengenali BBM bermasalah dan prosedur resmi pengaduan.

“Walaupun pada kenyataannya para pengguna beli di SPBU sudah yakin aman, tapi lebih afdol kalau ada edukasi. Ini penting agar masyarakat tahu langkah apa yang harus dilakukan jika menemukan kejanggalan pada bahan bakar,” tambahnya.

Menurut Harisandi, kepercayaan publik terhadap Pertamina dan pemerintah daerah sangat bergantung pada keterbukaan informasi dan cepatnya respons terhadap kasus seperti ini.

Ia pun berharap agar insiden “motor brebet massal” ini dapat segera ditangani dengan profesional dan transparan, demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Jawa Timur. (*)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…