Banggar DPRD Jatim Ingatkan Ancaman Fiskal, Pendapatan 2026 Diproyeksi Turun Rp9 Triliun

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Erick Komala
Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Erick Komala

i

SURABAYA, Bacasaja.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur mewanti-wanti pemerintah provinsi untuk mewaspadai potensi penurunan tajam pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026. Dalam proyeksi Rancangan APBD (RAPBD) 2026, pendapatan daerah diperkirakan merosot hingga sekitar Rp9,17 triliun dibanding realisasi tahun 2024.

Penurunan ini dinilai menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas fiskal Jawa Timur. Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Erick Komala, menjelaskan bahwa dalam RAPBD 2026, pendapatan daerah hanya tercatat tumbuh negatif 7,9 persen dibanding APBD Perubahan 2025, atau turun sekitar Rp2,27 triliun.

“Kalau tren ini dibiarkan, kondisi fiskal Jatim bisa kembali seperti sebelum 2017. Dulu kita masih mencatat pertumbuhan positif, tapi sekarang grafiknya justru menurun tajam,” ujarnya.

Tekanan Berat di Sektor PAD

Bukan hanya pendapatan total yang menurun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami tekanan berat. Secara nominal memang naik 2,1 persen dibanding APBD Perubahan 2025, namun jika dibandingkan dengan realisasi 2024, nilainya justru merosot sekitar Rp5,9 triliun atau 26 persen.

Erick menilai penurunan ini harus disikapi serius. “Efeknya langsung terasa ke ruang fiskal pemerintah, terutama kemampuan membiayai program pembangunan dan layanan dasar masyarakat,” kata dia.

Banggar Dorong Langkah Reformasi

Merespons kondisi tersebut, Banggar DPRD Jatim meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menyiapkan reformasi fiskal yang lebih progresif dan adaptif.

“Reformasi bukan sekadar soal efisiensi, tapi pembenahan menyeluruh dalam cara mengelola fiskal. Mulai dari perencanaan, struktur belanja, hingga strategi menggali pendapatan baru,” tegas Erick.

Ia menambahkan, arah kebijakan fiskal ke depan harus berorientasi pada hasil dan keadilan pembangunan, agar masyarakat tetap merasakan manfaat meski pendapatan daerah menurun.

Perkuat Ketahanan dan Kemandirian Fiskal

Banggar juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal Jawa Timur. Erick menilai daerah perlu menggali potensi baru seperti ekonomi digital, pajak berbasis layanan daring, serta optimalisasi aset daerah.

“Kalau tidak segera beradaptasi dengan perubahan ekonomi, kita akan kehilangan momentum pembangunan yang sudah susah payah diraih,” tandasnya. (dims)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…