SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengapresiasi keterlibatan DPC GMNI Surabaya dalam mengawasi sepuluh proyek infrastruktur strategis Kota Surabaya. Menurutnya, partisipasi mahasiswa merupakan elemen penting dalam memastikan tata kelola pembangunan tetap transparan dan akuntabel.
“Teman-teman GMNI menyampaikan kajian internal terkait 10 proyek strategis Surabaya. Ini bukti mahasiswa hadir dalam mengawal pembangunan,” ujar Toni, sapaan akrabnya, usai menerima audiensi GMNI, Jumat (14/11/2025).
GMNI membawa kajian lengkap sekaligus komitmen untuk memonitor jalannya proyek. Toni menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan mahasiswa terhadap pembangunan yang terbuka dan sesuai perencanaan.
Di sisi lain, GMNI menyoroti aspek pembiayaan, terutama agar percepatan pembangunan tidak dibarengi kenaikan pajak. Toni menegaskan bahwa pembiayaan alternatif menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan fiskal tanpa membebani masyarakat.
“Model pendanaan alternatif adalah inovasi untuk mempercepat pembangunan tanpa bertumpu sepenuhnya pada APBD,” tegasnya.
Toni menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi di tingkat bawah. Semakin banyak proyek berjalan, semakin besar peluang penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya usaha kecil.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Surabaya, Virgiawan Budi Prasetyo, menegaskan komitmen organisasinya terlibat dalam pengawasan kolektif demi memastikan proyek strategis berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan APBD dan program kerakyatan,” ujar Virgiawan.
GMNI menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara aspirasi publik dan pemangku kebijakan. Partisipasi publik, kata Virgiawan, harus menjadi elemen tetap dalam ekosistem pembangunan kota.
“GMNI siap mengambil peran demi Surabaya yang maju dan berkeadilan,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi