Fraksi Gerindra: Sanitasi dan Limbah Domestik di Surabaya Banyak Masalah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Alif Imam Waluyo
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Alif Imam Waluyo

i

SURABAYA — Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya menyampaikan evaluasi tajam terhadap pengelolaan limbah domestik dan tata kelola aset daerah yang dianggap masih jauh dari ideal. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Gerindra, Alif Imam Waluyo, dalam rapat paripurna pembahasan dua Raperda pada Kamis (20/11/2025).

Dalam pemandangan umumnya, Alif menegaskan bahwa persoalan sanitasi dan limbah domestik di Surabaya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Menurutnya, cakupan layanan IPAL komunal, sanitasi terpusat, dan infrastruktur limbah lain belum merata di seluruh wilayah kota.

“Masih banyak kawasan padat, kampung pesisir, dan permukiman kota yang belum terlayani sistem sanitasi memadai. Kami meminta Pemkot menjelaskan strategi memperluas cakupan ini,” ujar Alif.

Fraksi Gerindra juga menyoroti masih adanya aliran limbah domestik yang langsung masuk ke sungai dan saluran kota. Kondisi ini dinilai ikut memperburuk pencemaran dan mengancam kesehatan masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk dan bantaran sungai.

“Pemkot harus menjelaskan target konkret penurunan tingkat pencemaran air sungai. Ini bukan lagi isu teknis, tetapi menyangkut kualitas hidup warga,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Gerindra menilai upaya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga sanitasi belum berjalan optimal. Pemerintah perlu menguatkan program penyadaran publik dan memastikan pelaku usaha rumahan mematuhi aturan pengelolaan limbah.

Data Aset Daerah Dinilai Belum Konsisten

Di bagian lain, Fraksi Gerindra memberikan perhatian pada revisi Perda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Alif menyebut bahwa perubahan regulasi ini memang mengikuti ketentuan Pemendagri Nomor 19 Tahun 2016, namun implementasi di lapangan masih menyisakan banyak persoalan.

Ia menegaskan bahwa sinkronisasi data aset antar OPD masih menjadi kendala serius.

“Masih ditemukan aset yang tidak tercatat dengan benar, bahkan sebagian data antardinas tidak saling cocok. Ini harus ditangani karena berpengaruh pada akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.

Alif mengingatkan bahwa pengelolaan aset merupakan bagian dari siklus logistik sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, sehingga Pemkot wajib memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gerindra: Regulasi Harus Mendorong Peningkatan Nilai Aset

Menutup pandangannya, Gerindra menegaskan bahwa revisi Perda ini tidak boleh sekadar memperbaiki administrasi, namun harus menjadi momentum meningkatkan nilai aset dan mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan publik.

“Fraksi Gerindra berharap perubahan ini benar-benar menjadi pijakan untuk optimalisasi aset daerah, bukan hanya perbaikan dokumen,” tutup Alif. (dims)

Berita Terbaru

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

SURABAYA- Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak di bawah umur kembali mencuat. Praktik ini diduga melibatkan seorang pria bernama FR alias FRA,…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

BANDUNG- Pembentukan Tim Pengelolah Sementara (TPS) Bandung Zoo yang digaungkan APECSI harus segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan, bukan justru…

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

  Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, memberi keterangan usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto: RRI/Chairul Umam) JAKARTA- Komisi …