DPRD Surabaya Soroti Kasus Minus Tinggi pada Siswa SD, Penggunaan Gadget Dianggap Faktor Pemicu

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D, Dr. Zuhrotul Mar’ah
Anggota Komisi D, Dr. Zuhrotul Mar’ah

i

SURABAYA — Kasus gangguan penglihatan yang menimpa sejumlah siswa SDN Bulak Rukem Timur 1 mendapat perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Anggota Komisi D, Dr. Zuhrotul Mar’ah, mengungkapkan adanya temuan siswa dengan miopia berat, bahkan mencapai minus 7 hingga minus 8. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan kebiasaan penggunaan gadget yang berlebihan dan tanpa pendampingan.

Dr. Zuhro menjelaskan, perkembangan teknologi memang tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak masa kini, namun dampaknya terhadap kesehatan mata kerap diabaikan.

“Sekarang anak-anak sejak bayi sudah pegang HP. Ada yang usia 3 tahun sudah diberikan gadget oleh orang tuanya,” ujarnya.

Menurutnya, paparan sinar biru (blue light) pada layar gawai dapat merusak penglihatan jika digunakan tanpa jeda. Anak cenderung menatap layar dalam waktu lama, jarang berkedip, hingga menyebabkan mata kering dan sulit fokus. Kebiasaan menatap layar dari jarak sangat dekat juga memperparah risiko tersebut.

“Kalau terus menatap layar tanpa berkedip, mata jadi kering. Lama-lama sulit fokus dan penglihatannya kabur. Ini berbahaya untuk usia pertumbuhan,” tegasnya.

Ia menekankan, usia 0–7 tahun adalah masa emas perkembangan, sehingga anak wajib mendapat pendampingan penuh saat menggunakan gadget. Dr. Zuhro mengkritik pola sebagian orang tua yang hanya memberi HP agar anak tenang, sementara mereka sendiri sibuk dengan gawai.
“Anak belum bisa mengenali tanda bahaya. Mereka tidak tahu kapan harus berhenti. Maka orang tua harus benar-benar mendampingi,” katanya.

Untuk mencegah kerusakan mata, ia memberikan sejumlah panduan praktis:

  • Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, pandang objek sejauh 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik.
  • Jaga jarak aman 30–40 cm dari layar.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup, hindari ruangan gelap.
  • Aktifkan mode pelindung mata seperti blue light filter atau reading mode.
  • Perbanyak berkedip agar mata tetap lembap.
  • Hindari gadget sebelum tidur.
  • Periksa mata secara rutin minimal setahun sekali.

Dr. Zuhro juga mendukung penuh program “Digital Aman Anak” yang diluncurkan Pemkot Surabaya sebagai upaya menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi pelajar. Ia mendorong sekolah, terutama tingkat SD–SMP, untuk tidak mewajibkan siswa membawa gadget pribadi.

“Jika pembelajaran digital diperlukan, cukup menggunakan komputer sekolah atau proyektor layar sentuh. Tidak perlu anak membawa gadget sendiri,” sarannya.

Ia menegaskan bahwa sebagian besar anak tidak mampu menahan godaan gawai ketika sudah berada di tangan, sehingga pengawasan dari rumah, sekolah, dan lingkungan perlu berjalan beriringan.

“Peran orang tua sangat penting. Kalau usia 0 sampai 7 tahun ditangani dengan baik, InsyaAllah perkembangan selanjutnya akan jauh lebih sehat,” pungkasnya. (dims)

Berita Terbaru

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …