Satu Tembak Mati, Satu Tembak Kaki, Komplotan Bandit Diringkus Polisi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
salah satu pelaku yang di tembak kakinya diamankan polisi beserta barang bukti
salah satu pelaku yang di tembak kakinya diamankan polisi beserta barang bukti

i

bacasaja.id, Surabaya - Komplotan bandit pencuri sepeda motor diringkus Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Meski satu pelaku masih dalam DPO (daftar pencarian orang), dua pelaku lainya harus ditembak polisi. Bahkan, satu pelaku tewas setelah ditembak mati petugas karena berusaha kabur dan melawan saat di tangkap.


Pelaku yang di tembak mati tersebut, bernama Sugeng Santoso (34) warga Lamongan yang tinggal di Kalianyar, Surabaya. Dalam catatan Kepolisian, pelaku sudah beraksi di delapan TKP.
Dalam aksinya, Sugeng biasa melakukan pencurian bersama Saiful (35) dan rekannya yang lain (DPO).
Satu komplotan tersangka Saiful, 35, warga Ambengan Batu IV, Surabaya Berhasil ditangkap dan ditembak kedua kakinya.


Pengungkapan Sugeng, ini bermula ketika polisi mendapat informasi pencurian sepeda motor di wilayah Jalan Genteng Muhammadiyah II-D, Surabaya. Polisi yang mendapat informasi mengejar tersangka namun tidak berhasil. Dari hasil identifikasi diketahui tersangka bersama temannya yang masih Daftar Pencarian Orang (DPO). "Saat itu, diketahui tersangka hendak mencuri lagi, " kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir, kemarin (5/10).


Polisi yang mendapat informasi langsung menangkap tersangka saat itu. Tersangka saat disergap melawan petugas dengan golok yang sudah dibawanya. Namun, anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya terpaksa melakukan tindakan tegas, terukur, dan keras. "Korban melawan petugas. Ia sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong, " katanya.


Polisi melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka Saiful. Saiful ini salah satu komplotan tersangka. Kuli di Pasar Keputran ini ternyata dua kali melakukan pencurian sepeda motor dengan tersangka. Saat disergap, tersangka mencoba kabur dan terpaksa ditembak kedua kakinya. "Kami amankan tersangka Saiful ini. Ia dua kali mencuri dengan barang bukti sepeda motor Honda Beat Hitam dan Mega Pro, " katanya.


Sementara saat beraksi dengan tersangka satunya yang masih DPO, tersangka Sugeng mengambil sepeda motor Honda Vario putih. "Vario ini dibawa oleh teman tersangka yang masih buron. Ini wujud komitmen kami menindak aksi kriminalitas di wilayah Surabaya. Kami tidak segan menindak tegas pelaku kejahatan, "tegasnya.


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pihaknya mengamankan kunci T beserta mata kuncinya. Serta tiga sepeda motor. Dua sepeda motor hasil pencurian bersama Saiful dan satu lagi Honda Vario biru digunakan tersangka Sugeng sebagai sarana. Selama ini Sugeng tidak memiliki tempat tinggal tetap di Surabaya. "Hasil penyelidikan ia warga Lamongan. Ia tidur di Jalan Kalianyar. Ia tidur di pinggir jalan, " terangnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Saiful mengaku nekat nyambi menjadi bandit lantaran terdesak ekonomi. Bekerja sebagai seorang kuli pasar Keputran dengan penghasilan 80 ribu sehari, bapak 3 anak yang tinggal di Jalan Ambengan Baru 4 Surabaya ini pun mau di ajak Sugeng mencuri sepeda motor. "Butuh uang pak, karena anak saya ada 3, kerja di pasar keputran jadi kuli kurang pak," Aku Saiful singkat. (Jem)

Tag :

Berita Terbaru

Fraksi-Fraksi di DPRD Ponorogo Sepakati Pembahasan Raperda Pembentukan Lima Desa Baru

Fraksi-Fraksi di DPRD Ponorogo Sepakati Pembahasan Raperda Pembentukan Lima Desa Baru

Kamis, 18 Jun 2026 22:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 22:00 WIB

PONOROGO- Rencana pemekaran lima desa di Kabupaten Ponorogo bakal berjalan mulus. Ini setelah seluruh fraksi di DPRD Ponorogo sepakat untuk melanjutkan…

Sengketa Tanah Gereja Bethany vs Warga Menur Pumpungan, Komisi A DPRD Surabaya Turun Tangan

Sengketa Tanah Gereja Bethany vs Warga Menur Pumpungan, Komisi A DPRD Surabaya Turun Tangan

Kamis, 18 Jun 2026 19:51 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 19:51 WIB

SURABAYA- Komisi A DPRD Surabaya memfasilitasi penyelesaian persoalan lahan yang melibatkan Gereja Bethany Indonesia dan warga RW 5 Kelurahan Menur Pumpungan,…

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana kepada Pansus Hak Angket Haji DPR

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana kepada Pansus Hak Angket Haji DPR

Kamis, 18 Jun 2026 19:44 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 19:44 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian uang dari Kementerian Agama kepada Panitia Khusus Hak Angket Haji DPR. Hal ini dilakukan …

East Food Indonesia 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku Industri Pangan Nasional dan Internasional

East Food Indonesia 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku Industri Pangan Nasional dan Internasional

Kamis, 18 Jun 2026 18:52 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 18:52 WIB

SURABAYA – Pameran internasional industri makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur, East Food Indonesia 2026, resmi dibuka di G…

Kerja Sama Faunaland dengan Pemkot Bandung Terancam Batal, Ini Alasannya

Kerja Sama Faunaland dengan Pemkot Bandung Terancam Batal, Ini Alasannya

Kamis, 18 Jun 2026 13:39 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 13:39 WIB

Oleh: Singky Soewadi Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) Walau Faunaland menang lelang pengelolahan Bandung Zoo, tapi belum terjalin…

LC atau Prostitusi? The Link Lounge Batam Diduga Jadi Pasar Gelap Seks, Aparat Membisu, Negara Dipermalukan

LC atau Prostitusi? The Link Lounge Batam Diduga Jadi Pasar Gelap Seks, Aparat Membisu, Negara Dipermalukan

Kamis, 18 Jun 2026 09:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 09:18 WIB

BATAM—
Gemerlap lampu malam Kota Batam kembali runtuh oleh bau busuk yang sama: dugaan prostitusi terselubung berkedok Lady Companion (LC). Kali ini, sorotan …