Proyek SMP Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon Mangkrak, DPRD Surabaya Soroti Kontraktor Bermasalah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hearing yang digelar Komisi D DPRD Surabaya
Hearing yang digelar Komisi D DPRD Surabaya

i

SURABAYA - Pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon di Surabaya gagal rampung dan dinyatakan mangkrak. Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga setempat.

Menyikapi persoalan tersebut, DPRD Kota Surabaya memanggil Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam Rapat Koordinasi yang digelar Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan paparan yang disampaikan dalam rapat, proyek pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi dengan nilai anggaran Rp8 miliar hingga kini baru terealisasi sekitar 37 persen.

Sementara pembangunan Puskesmas Manukan Kulon juga belum rampung dan baru mencapai progres 67,1 persen.
Keterlambatan dua proyek strategis tersebut dinilai merugikan masyarakat karena fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, menilai kegagalan penyelesaian proyek tidak lepas dari lemahnya kredibilitas kontraktor pelaksana. Ia mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk memperketat pengawasan sekaligus mencegah kontraktor bermasalah kembali mengikuti proses tender dengan cara mengganti identitas perusahaan.

“Kontraktor seperti ini harus diawasi ketat. Jangan sampai hanya ganti nama, lalu ikut tender lagi dan mengulang persoalan yang sama,” tegas Johari.

Dari sisi hukum, Juru Bicara Badan Hukum dan Kerja Sama (Bakumkarsa) Pemkot Surabaya, Ratih, memastikan kontraktor yang gagal menyelesaikan pekerjaan akan dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan.

“Pasti diblacklist. Ini sudah ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan keterlambatan pembangunan Puskesmas Manukan Kulon dipicu kendala teknis di lapangan, antara lain persoalan lahan serta keberadaan tower komunikasi yang harus dipindahkan sebelum pembangunan dapat dilanjutkan secara maksimal.
Adapun Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tender ulang guna mempercepat pemanfaatan gedung SMP Negeri Tambak Wedi.

“Targetnya, setelah PPDB selesai, minimal satu lantai bisa digunakan pada Juli,” kata Febrina.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Surabaya, Aly Murtadlo, menegaskan kegagalan proyek disebabkan masalah likuiditas kontraktor. Kontrak kerja sama telah diputus, dan sanksi dijatuhkan sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan keterlambatan pembangunan dua fasilitas publik tersebut telah merugikan masyarakat. Ia menilai sekolah dan puskesmas merupakan layanan dasar yang tidak boleh terhambat akibat kelalaian pihak pelaksana.

“Sekolah dan puskesmas ini sangat dibutuhkan warga. Kegagalan seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

DPRD Surabaya pun meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek, agar fasilitas publik tidak kembali mangkrak dan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat segera dipulihkan. (dims)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…