Pengusaha Rokok Jawa Timur yang Diduga Setoran ke Oknum Bea Cukai, Diselidiki KPK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi Bea Cukai
Ilustrasi Bea Cukai

i

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan setoran dari pengusaha rokok kepada oknum di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Dugaan ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kasus korupsi di sektor kepabeanan dan cukai.

“Pengusaha rokok itu banyak sekali, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Apakah kemudian semuanya melakukan dugaan pemberian uang kepada oknum di Ditjen Bea Cukai, ini yang masih kami dalami,” ujar Jubir KPK, Budi Prasetyo, Kamis, 29 April 2026.

KPK menduga setoran tersebut berkaitan dengan pengurusan pita cukai rokok, yang menjadi salah satu titik rawan di sektor ini. Namun, Budi menegaskan penyidik masih membutuhkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan konstruksi perkara.

Penyidik kini fokus memetakan apakah praktik setoran tersebut bersifat sistematis atau hanya dilakukan oleh oknum tertentu. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan saksi, penggeledahan, serta analisis dokumen dan transaksi keuangan.

Selain dari sisi pengusaha rokok, KPK juga menggali keterangan dari pihak internal Bea Cukai. Hal ini dilakukan guna mengonfirmasi dugaan aliran dana tersebut.

Dengan jumlah pelaku usaha rokok yang besar, KPK membuka kemungkinan perkara ini melibatkan banyak pihak. Dengan begitu, lembaga antirasuah menegaskan akan mendalami bukti dalam kasus ini.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Dari unsur penerima suap, KPK menetapkan Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Lalu Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC serta Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen DJBC. Sementara pihak pemberi suap, KPK menetapkan John Field selaku pemilik PT Blueray Cargo.

Lalu Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi. Terakhir Dedy Kurniawan selaku Manajer Operasional perusahaan tersebut. (RRI)
 

Tag :

Berita Terbaru

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama Aseng dkk. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)…

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

SURABAYA- Penataan parkir dengan sistem gate di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat…

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

SURABAYA – Menjelang ulang tahun ketiganya pada 8 Oktober 2026, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel menghadirkan pameran pernikahan atau wedding expo pada 2-3 Oktober 2…

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat, Jumat (18/9/26) dalam kegiatan rutin keagamaan "Jumat…

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SURABAYA – Dugaan persoalan perizinan bangunan kos-kosan di kawasan Dharmahusada, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Selain Stayvie, tiga bangunan kos di k…

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYA — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jember memasuki b…