Bos Maktour Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Langkah Tegas

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PT Maktour terseret korupsi kuota haji
PT Maktour terseret korupsi kuota haji

i

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk menghadirkan Direktur Utama PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Ini dilakukan setelah salah satu saksi kasus korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 itu kembali mangkir dari panggilan penyidik.

Seharusnya Fuad menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Senin 15 Juni 2026. Namun, pemilik biro perjalanan haji Maktour itu tidak menampakkan dirinya di Gedung Merah Putih KPK.

Ini merupakan panggilan kedua bagi Fuad setelah absen pada pemeriksaan yang semula dijadwalkan pada 2 Juni 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Fuad tidak hadir karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk diperiksa.

“Kondisi kesehatannya tidak fit,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026. Menurut Budi, penyidik sudah meminta dokumen atau bukti pendukung yang dapat menjelaskan alasan ketidakhadiran Fuad.

“Kami meminta bukti-bukti yang mendukung ketidakhadiran seperti surat keterangan kesehatan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, KPK akan mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk menghadirkan Fuad
 
“Bisa dengan kembali menjadwalkan ulang atau menerbitkan surat panggilan kedua,” kata Budi. Hal ini mengingat Fuad sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan penyidik.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan Fuad tidak dapat memenuhi panggilan penyidik dengan alasan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. "Saksi FHM kembali terkonfirmasi mengajukan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan yang seyogianya dilakukan hari ini," kata Budi dalam keterangannya, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Budi, pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya yang jtidak dapat dihadiri oleh Fuad. "Pemeriksaan hari ini pun sebetulnya merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya," ujarnya.

Budi lalu mengimbau agar Fuad maupun saksi-saksi lainnya bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. “Kami mengimbau mereka demi kelancaran penyidikan kasus yang tengah ditangani,” ucapnya.

Fuad semestinya akan diperiksa terkait penyidikan kasus korupsi kuota haji tambahan 2023–2024 pada Senin 15 Juni 2026. Namun, bos Maktour itu mengabarkan dirinya baru kembali setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

Dia mengaku mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah. “Saat ini saya sudah tiba di Indonesia, akan tetapi kondisi kesehatan saya menurun karena kelelahan,” ujarnya.

Fuad juga berjanji akan memenuhi panggilan penyidik bila kondisi kesehatannya telah pulih. “Sebagai warga negara yang baik, saya mematuhi hukum yang berlaku,” ucapnya.

KPK menduga Fuad mengetahui proses pengelolaan kuota haji tambahan 2024. Mulai dari tahap pembagian, distribusi, hingga pengisian kuota oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Tag :

Berita Terbaru

Tiga Kali Ajukan Lahan ke BP Batam, PT SAT Bangun Sukses Minta Kejelasan Status Lahan di Setokok

Tiga Kali Ajukan Lahan ke BP Batam, PT SAT Bangun Sukses Minta Kejelasan Status Lahan di Setokok

Senin, 14 Sep 2026 19:52 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:52 WIB

BATAM — PT SAT Bangun Sukses meminta kejelasan mengenai status lahan di kawasan Setokok, Jembatan III Barelang, Batam. Permintaan tersebut disampaikan setelah p…

Bos Rasa Sayang Grup: Karyawan Zona Club yang Buat Pamflet Seragam Polri Sudah Diperiksa Polisi

Bos Rasa Sayang Grup: Karyawan Zona Club yang Buat Pamflet Seragam Polri Sudah Diperiksa Polisi

Senin, 14 Sep 2026 19:22 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:22 WIB

SURABAYA – Pemilik Rasa Sayang Grup, Heri Kuncoro, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada institusi Polri. Langkah ini diambil usai viralnya p…

Dua Orang Tewas Akibat Bentrokan di Setokok, Kapolda Kepri Minta Masyarakat Tetap Tenang

Dua Orang Tewas Akibat Bentrokan di Setokok, Kapolda Kepri Minta Masyarakat Tetap Tenang

Senin, 14 Sep 2026 18:38 WIB

Senin, 14 Sep 2026 18:38 WIB

BATAM - Bentrokan antarkelompok terjadi di kawasan Setokok, Jembatan Barelang, Senin (14/9/2026). Peristiwa yang dipicu isu konflik lahan tersebut…

Semringah Warga Kedungringin dan Tondowesi dapat Bantuan Air Bersih dari Gerindra Nganjuk

Semringah Warga Kedungringin dan Tondowesi dapat Bantuan Air Bersih dari Gerindra Nganjuk

Senin, 14 Sep 2026 17:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:25 WIB

Ketua DPC Partai Gerindra Nganjuk, Jianto menyebut, bantuan air bersih yang disalurkan kali ini sebanyak 24 ribu liter.…

Konfercab III PA GMNI Probolinggo, Eko Edi Poerwanto Terpilih Secara Aklamasi

Konfercab III PA GMNI Probolinggo, Eko Edi Poerwanto Terpilih Secara Aklamasi

Senin, 14 Sep 2026 15:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:45 WIB

PROBOLINGGO – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Probolinggo menetapkan Eko Edi Poerwanto sebagai Ketua PA GMNI Probolinggo p…

Genmuda ISRI Dorong Indonesia Kembali ke Jalan Republikanisme

Genmuda ISRI Dorong Indonesia Kembali ke Jalan Republikanisme

Senin, 14 Sep 2026 15:42 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:42 WIB

BACASAJA.ID — Generasi Muda Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (Genmuda ISRI) mendorong penguatan kembali prinsip republikanisme dalam kehidupan bernegara. Hal i…