BACASAJA.ID - Mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi keramba jaring apung dengan dilengkapi sistem feeder. Inovasi ini diberi nama E-Keramba.
Alfiyan selaku Ketua Tim mengatakan, ada berbagai fitur teknologi yang nantinya akan dipasangkan pada E-Keramba. Tujuannya meningkatkan taraf hidup, masyarakat pinggir pantai yang mayoritas nelayan.
Pertama, keramba dilengkapi sistem feeder. Pemilik keramba akan lebih dimudahkan untuk memberikan makan kepada ikannya secara otomatis.
“Tidak perlu ke tengah laut untuk memberikan makan ikan,” ujarnya, Senin (8/3/2021).
Kedua, inovasi ini memiliki chip arduino mega yang berfungsi mengatur sistem Feeder, cara kerja Global Positioning System (GPS), dan gerakan dari mesinnya.
Selain itu, keramba ini dapat digerakkan dari jarak tertentu menggunakan remote control, sehingga dapat mencari posisi yang cocok di dekat pantai.
“Apabila terjadi ombak besar ataupun kejadian alam yang dapat merusak keramba, bisa sesegera mungkin untuk mengembalikan keramba ke tempat semula,” paparnya.
Lanjutnya, kata Alfiyan, baling-baling dan mesin yang ada pada keramba ditenagai oleh panel surya, di mana panel suryanya itu di bagian setiap sisi dari pelampung.
Pelampung yang digunakan dapat dibongkar pasang mengikuti ukuran rangka dari jaringnya, sehingga dapat dibangun lebih lebar lagi.
Menurut Alfiyan, E-Keramba juga tidak perlu dikhawatirkan lagi jika nantinya akan digunakan secara masif. Sebab, kabel-kabel yang digunakan pada keramba ini berada di dalam pelampung sehingga sangat kecil kemungkinan untuk air masuk.
Inovasi ini juga sudah dikembangkan hingga prototipe berskala kecil dan sudah diuji cobakan pada sebuah kolam. Alfiyan dan tim berharap inovasi mereka dapat terus dikembangkan lebih lanjut hingga mencapai tahap prototipe yang menyerupai desain aslinya.
Tidak hanya itu, mereka berharap E-Keramba dapat digunakan oleh para nelayan, sehingga pendapatannya bisa lebih pasti dan terukur.
“Di samping itu juga diharapkan produktivitas dari perikanan Indonesia bisa diupayakan seoptimal dan semaksimal mungkin ke depannya,” pungkasnya. (byta)
Editor : Redaksi