Musrena Keren Ajak Kaum Disabilitas Trenggalek Terlibat Pembangunan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
inisiator Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Sepeda Keren) Trenggalek Novita Hardini saat bersama anak penyandang disabilitas.
inisiator Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Sepeda Keren) Trenggalek Novita Hardini saat bersama anak penyandang disabilitas.

i

BACASAJA.ID - Musrena Keren bagi Novita Hardini merupakan ruang untuk perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya bisa berkontribusi dalam pembangunan.

Bagi inisiator Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Sepeda Keren) Trenggalek itu, Musrena Keren adalah ruang untuk kelompok rentan bisa berkontribusi dalam pembangunan.

Awalnya, Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan lainnya (Musrena Keren) ini digelar tahun 2019 dengan tujuan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk kelompok rentan dalam pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek meyakini pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga menjadi tanggung semua elemen masyarakat. Sehingga partisipasi masyarakat dianggap penting, sehingga aspirasi mereka bisa terakomodir.

Seperti halnya yang dituturkan oleh Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini.

"Musrena Keren ini dilaksanakan sejak tahun 2019, kemudian 2020 dan ini sudah memasuki tahun ke-3," ujarnya, Rabu (10/3/2021).

"Alhamdulillah manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat sangat besar, terutama kita memberikan ruang yang sangat luas. Kemudian perempuan, anak, disabilitas juga ikut berkontribusi dalam pembangungan di Kabupaten Trenggalek," imbuh inspirator perempuan ini.

Penggiat perempuan ini menyampaikan salah satu alasan kenapa harus ada Musrena Keren di Trenggalek. 

"Dari semua upaya yang kita lakukan harapan dan cita-cita kita juga cukup besar, bagaimana Trenggalek bisa mencetak generasi emas di tahun 2045. Dimulainya harus dimulai sekarang," tegas ibu tiga anak ini.

Jadi beberapa hambatan yang menjadi tantangan, Insya Allah bisa kita capai asalkan kita mau berkolaborasi satu sama lain, tandasnya.

Perjalanan Musrena Keren tidak semulus yang dibayangkan. Diakui Tim Penggerak PKK ini tahap pengenalan menjadi masa yang sulit dari tahapan musyawarah yang diklaim satu-satunya yang ada di Indonesia.

"Jadi untuk merubah paradigma, pola pikir masyarakat dari yang sebelumnya tidak melakukan sama sekali, tidak tahu, kemudian memasuki tahapan ajakan untuk melakukan ini tentunya cukup berat tantangannya," sebut Novita.

"Namun untuk sekarang, posisi masyarakat sudah tahu Musrena Keren itu apa, Sepeda Keren itu manfaatnya apa sehingga manfaatnya bisa terasa," tambahnya.

"Jadi kalau pertama tahapannya itu mengenalkan, kemudian mengedukasi dan saat ini memasuki tahapan monitoring agar kebaikan-kebaikan itu prosesnya tetap bisa kita jaga," tuturnya lagi.

Dengan Musrena Keren ini pembangunan di Trenggalek lebih kepada responsif gender dan inklusif, pasalnya pemerintah benar-benar mengakomodir aspirasi perempuan, anak disabilitas dan kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan. (j/g/rg4)

Berita Terbaru

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

SURABAYA – Perkara dugaan penggelapan dana di SD Kristen Cita Hati Pakuwon City Surabaya terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam agenda p…

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo membantah seluruh dalil pembelaan terdakwa Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk dalam perkara d…

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Hal ini…

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adhi, sebagai tersangka. Adrianto ditetapkan terkait…

Pengendara Tertib di Mamuju Dapat Kejutan Manis Dari Polantas Polda Sulbar Pulang Bawa Sayur Segar

Pengendara Tertib di Mamuju Dapat Kejutan Manis Dari Polantas Polda Sulbar Pulang Bawa Sayur Segar

Rabu, 16 Sep 2026 13:30 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 13:30 WIB

POLDA SULBAR - Sejumlah petugas Polantas tampak memberhentikan para pengendara yang melintas di depan gedung BPKB. Namun, alih-alih mengeluarkan surat tilang,…

Sudah Ditegur Satpol PP, Toko Miras Ultra Wonokromo Diduga Masih Kucing-kucingan

Sudah Ditegur Satpol PP, Toko Miras Ultra Wonokromo Diduga Masih Kucing-kucingan

Rabu, 16 Sep 2026 12:29 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 12:29 WIB

SURABAYA – Toko minuman keras (miras) Ultra di Jalan Pulo Wonokromo, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, meski telah mendapat teguran resmi dari S…